55635b530423bdd1478b4567

Film Seven Something: Memahami Digital Behaviour ABG

Tulisan ini sebenarnya sudah diniatkan sejak lama, namun baru sempat sekarang untuk menuliskan. Pernah dengar film Seven Something? Ini adalah film Thailand yang sangat populer bukan hanya di negaranya tetapi juga di Indonesia. Filmnya sebenarnya terbagi atas 3 cerita lepas. Namun yang menarik adalah cerita pertama, yang menceritakan kisah percintaan ABG masa kini. Yang tidak lepas dengan namanya social media. Dari situ kita akan bisa memahami, seperti apa sebenarnya keterlibatan mereka dengan social media, dan bagaimana perilaku digital mereka yang sangat canggih.

Early Adopter Digital

Dalam film ini digambarkan betapa canggihnya para ABG masa kini, ketika jadian langsung update status via Facebook. Tiap malam komunikasi ama pacarnya via Skype (padahal satu sekolahan), mengungkapkan penyesalan dan perasaan dengan mengupload video di Youtube. Mereka generasi yang canggih, dan memang kenyataannya memang seperti ini, bukan hanya sekedar di film saja. Bagi generasi yang lebih tua seperti saya walaupun sangat aktif di digital. Melihat perilakunya saja sudah geleng-geleng kepala. Tapi bagi mereka itu sudah bagian yang tak terpisahkan, dan biasa saja. Maka pemasar pahami dan camkan ini. Mereka adalah generasi digital native!

Attention Seeker

Dalam film ini ditunjukkan dengan adegan setiap beberapa menit, tokoh utamanya merefresh Youtube, untuk melihat berapa banyak yang sudah views videonya. Kayaknya ini hal yang wajar bagi ABG. Mereka pengen didengar. Youtube adalah salah satu channel bagi mereka untuk menyuarakan pendapat dan ekspresinya. Hal ini jugalah yang menjadi pesan utama dari film Step Up Revolution.  Bagaimana dengan ABG Indonesia? Apakah mereka juga terobsesi untuk mencari perhatian, dan terkesima dengan Youtube views. Coba lihat video Happy Holiday , mereka bikin sensasi nerjang air mancur. Dan berjanji akan nyebur di kolam Bundaran HI kalau viewsnya sampai 100.000. Dan akhirnya janji itu direalisasikan di video Flashmob Gangnam Style.

Narsis di Social Media

Banyak sekali adegan-adegan dimana mereka foto berdua, lalu langsung di upload fotonya ke Facebook. Tiap pindah tempat akan check in dulu di Foursquare dan update Twitter. Ketika memesan makanan, juga haram hukumnya langsung dimakan, tapi wajib foto dulu makanannya dan di upload ke social media. Ada hal yang menarik ternyata kebiasaan pamer foto makanan, adalah budaya orang Asia dimana pun. Sampai ada blog khusus yang mendokumentasikan kebiasaan unik ini. Nggak percaya coba cek tumblr Picture of Asians Taking Pictures of Food.

Canggih dalam Editing Foto & Video

Dalam film ni diceritakan juga aktor utamanya yang masih sekolah canggih dalam edit video, yang dibuat layaknya oleh para profesional. Kalau Anda melihat video dari Happy Holiday mungkin juga kaget begitu rapi mereka mengedit videonya. Sepertinya kompetensi ini sudah menjadi keahlian dasar bat mereka untuk menunjang hasrat narsis. Rasanya gedeg-gedeg waktu nonton film ini.

Sangat jeli, penulis naskah dan sutradaranya memahami kehidupan para ABG masa kini. Para pemasar yang segmennya ABG, apakah juga tahu tentang ini? Kalau belum terbayang, wajib nonton filmnya, untuk bisa memahami betapa riuhnya kehidupan ABG dan social media yang menjadi bagian keseharian mereka.