Sharing Virtual Academy: Merumuskan Social Media Strategy Hingga Studi Kasus

Tanggal 19 September kemarin saya diundang untuk mengisi  Virtual Academy kelas intermediate. Beberapa hal yang saya tekankan di bagian saya, adalah tahapan yang harus benar ketika terjun ke social media.

Sesuatu yang terkadang terlupakan, dan terlihat dari pertanyaan para peserta. Brand masuk ke social media asal terjun, tapi fondasi tujuannya apa masuk ke sana? Masih sangat kabur. Padahal tujuan ini sangat mendasar, dan akan menjadi tolok ukur bagi langkah selanjutnya termasuk penentuan KPI.

Kesulitan lain yang sepertinya dihadapi oleh brand, berdasarkan diskusi di kelas. Banyak yang bingung bagaimana menggali insight, lalu kemudian mengerucut menjadi sebuah eksekusi yang menarik audiensnya, dan berbeda dari kompetitor. Untuk hal ini tentunya dibutuhkan kepekaan membaca data bukan hanya data kuantitatif dan statistik, tetapi juga data yang sifatnya kualitatif yang berserakan di social media.

Sesuatu yang menurut saya sangat berharga, dan dulu sangat susah, atau sangat mahal untuk mendapatkannya, setelah adanya social media hal ini menjadi sangat murah, karena Anda tinggal intip. Tapi tentu saja sekali lagi dibutuhkan kepekaan untuk memahami hal-hal yang tersirat dibalik  yang terlihat di social media.

Pertanyaan lain yang menarik dari peserta adalah, gimana cara membuat konten yang selalu menarik buat audiensnya. Sepertinya bagi beberapa orang, agak sedikit terengah-engah, karena di social media berkelanjutan, dan dua arah, gak bisa sekali lalu selesai.

Selalu menarik diskusi di sebuah kelas, karena tiap orang punya pengalaman yang berbeda-beda. Dan insyallah seandainya mengajar di kelas berikutnya materi pun akan mengalami beberapa modifikasi, mengingat perkembangan social media yang sangat cepat. Dan tentu saja akan saya bagi di blog ini, diskusi apa yang menarik selama di kelas. Karena mungkin Anda juga mengalami masalah yang sama?