Social CRM Part 6: What Method for Your Product?

Ada sebuah pertanyaan menarik ketika saya posting artikel sebelumnya Social CRM Part 5: How To Get Relevant Database di Facebook. Pertanyaannya adalah, apakah semua metode ini bisa diaplikasikan untuk semua produk? Aha… saya pikir ini menarik untuk dibahas, dan dibuat menjadi sebuah artikel tersendiri.

Tentu saja, metode-metode untuk mengakusisi database yang dipaparkan sebelumnya, itu sesuatu yang bersifat sangat general, yang mewakili beragam industri dan karakter produk. Tergantung produk Anda, mungkin relevan untuk mengaplikasikan salah satu metode, atau kombinasi dari beberapa metode.

Untuk mempertajam strategi digital Anda, khususnya dalam hal ini akuisisi database. Beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya.

Jenis Produk

Apakah produk Anda berupa barang atau jasa? Apabila bentuknya jasa, apalagi yang sifatnya berbau edukasi, diperlukan reputasi agar konsumen percaya. Maka metode akuisisi yang tepat misalnya adalah membuat e-book, download slide share, atau newsletter.

Mengapa? Karena untuk mengambil keputusan mengkonsumsi,  audiens perlu diyakinkan terlebih dahulu bahwa memang Anda punya kredibilitas, dan terpercaya di bidang tersebut. Oleh karena itu, medium-medium tersebut akan menjembatani jasa Anda, dengan konsumen untuk membangun rasa percaya, dan kredibilitas.

Lain lagi misalnya ketika produk Anda misalnya software. Kebutuhan calon konsumen adalah mencoba terlebih dahulu, mengalami sendiri apa gunanya dll, baru akan memutuskan tertarik untuk membeli ataukah tidak. Oleh karena itu, metode Free Trial atau Free Limited Feature akan sangat membantu untuk mendapatkan database mereka, yang kemudian bisa dikonversi ke versi premium, atau mereka akan tertarik untuk langganan berbayar di kemudian hari.

Kelas Sosial

Produk-produk yang ingin dipersepsikan sebagai produk kelas atas dan elit, baik itu secara ekonomi, intelektual dll. Maka metode untuk mengumpulkan database juga harus yang setipe. Bikinlah sebuah komunitas yang sifatnya tertutup, hanya berdasarkan rekomendasi.

Ini akan menyebabkan, segmen elit ini yang biasanya sangat pelit membagi datanya akan penasaran, dan berebut untuk membagi informasinya, demi tergabung dalam komunitas tersebut. Misalnya Anda punya sebuah situs e-commerce khusus produk-produk mewah.

High Involvement/Low Involvement

Maksudnya disini, apakah untuk beli produk itu konsumen perlu mikir panjang, dan risetkah untuk membelinya atau tidak? Misalnya produk seperti sabun, snack, makanan dll, konsumen cenderung tidak terlalu berpikir dan riset mendalam. Karena secara psikologis dampaknya kecil,  kalau salah beli juga gak akan membuat dunia runtuh.

Nah ini berdampak keterlibatan mereka dengan brand sangat rendah. Mereka mau membagi databasenya, misal bila ada kuis, ada produk gratis dll. Tapi jelas saja mereka gak akan tertarik menerima newsletter perusahaan, yang akan mengeluarkan varian sabun erbaru misalnya. Mereka menginginkan sesuatu yang lebih berharga secara materi.

Beda misalnya dengan gadget atau otomotif. Mungkin konsumen akan dengan suka rela membagi databasenya untuk diupdate bila akan keluar produk terbaru. Mengapa? Sebelum mengambil keputusan membeli mereka akan berpikir panjang dulu. Karena biasanya konsumsinya untuk jangka panjang, dan punya risiko yang tinggi, disamping uang yang dikeluarkan cukup besar.

Kesimpulannya, metode apa yang akan digunakan untuk menjaring database yang relevan  juga perlu ditelaah lagi, dengan mendalam. Karena metode yang ada bukan berarti bisa diaplikasikan ke setiap produk dan jenis industri. Pahami konsumen Anda, coba analisa apa yang akan mendorong mereka mau berbagi database-nya.