Social CRM Part 12: Case Study Fashion Pria

“Social CRM is about moving from fans and followers to customers and advocates.” Ini adalah cuplikan kata penutup tentang esensi dari Social CRM di blog Social Media Examiner . Sebuah kalimat yang sangat provokatif dan ideal, namun sulit untuk dilakukan.

Sengaja kali ini membahas mengenai Fashionpria karena menurut saya, mereka mampu berevolusi dari sebuah komunitas, menjadi sebuah platform e-commerce ,dimana para loyalisnya menjadi pelanggan e-commerce-nya. Ini terbukti ketika produk yang dijual belum sebanyak sekarang, langsung habis dalam beberapa jam ketika dipromosikan via social media. Fashion Pria mungkin tidak menyadari, mereka telah menerapkan Social CRM, dalam rangkaian digital marketing & strategy-nya.

Saya akan coba mengupas proses evolusi Fashion Pria yang saya ketahui, karena saya tidak mewawancarai langsung pemiliknya, hanya mengamati perkembangan mereka dari awal hingga sekarang. Dan ini sangat menarik untuk dipelajari.

Ada beberapa tahapan penting yang membuat Fashion Pria menjadi sebesar sekarang, bahkan punya e-commerce yang berkembang sangat cepat. Padahal e-commerce yang dibangun sepertinya belum ada satu tahun.

Blog & Social Media

Tahap awal dibangun sepertinya mereka hanya hadir dalam bentuk blog dan social media. Di social media, mereka hadir di Twitter dan Facebook. Apa yang mereka bahas sebenarnya sangat sederhana, yaitu basic grooming bagi pria. Dan edukasi pentingnya memperhatikan penampilan bagi pria untuk menarik perhatian lawan jenis, dan juga karir.

Pesan yang disampaikan via blog dan social media terintegrasi. Mereka akan menulis yang panjang di blog, lalu akan membuat rangkaian kultwit dari konten blog di Twitter sekaligus untuk berinteraksi dengan audiensnya.

Dari sinilah komunitasnya mulai terbentuk, perlahan tapi pasti mereka punya follower & fans yang makin banyak dan  loyal. Karena tips tips dasar yang dibagikan memang sangat sederhana, tapi dibutuhkan bagi para pria. Di sisi lain, akun Fashion Pria memang berinteraksi dengan mereka, bertanya gimana responnya. Menanyakan topik apa yang ingin dibahas dll.

E-book

Selain blog, mereka membuat juga e-book berjudul 7 Second to Attract Woman jadi ini adalah edukasi tentang pentingnya penampilan, dengan pendekatan pentingnya  penampilan untuk menarik perhatian perempuan. Sesuatu yang menjadi pendorong utama agar pria mau mengubah penampilannya.

E-book ini punya posisi strategis, mengapa? Karena ketika mendownload e-book, audiens diminta meninggalkan nama lengkap dan alamat e-mail. Dari database ini, terintegrasi dengan blog dan website mereka. Setiap kali ada artikel baru di blog, mereka akan mengirimkan e-mail ke database tersebut. Sehingga blog Fashion Pria akan selalu diingat oleh audiensnya, dan tentu saja ini membangun loyalitas.

E-commerce

Setelah cukup matang dalam membentuk komunitas. Seingat saya di tahun 2012 ini juga. Mereka mulai meluncurkan e-commerce-nya. Dan uniknya, mereka bukan sekedar jualan baju, sepatu atau yang lain. Tapi mereka melakukan edukasi. Coba baca penjelasan ini

“SB Cleverley Grey Suede Shoes

Sepatu kasual jenis mocassin berbahan suede berwarna abu-abu dilengkapi tali kontras berwarna coklat, membuat tampilan Anda lebih stylish. Cocok untuk Anda kenakan saat kencan, hangout dengan teman atau acara kasual lain”

Mereka bukan cuma ingin menjual sepatu, tapi memberikan ide dan edukasi. Kemana seharusnya mereka menggunakan sepatu ini. Audiens diarahkan dan dibantu untuk menemukan solusi. Ini yang membuat e-commerce mereka sukses. Ditambah lagi, selama dua tahun sebelumnya, mereka sudah membangun reputasi sebagai ahlinya dalam hal grooming pria. Jadi apapun yang direkomendasikan oleh Fashion Pria maka akan dipercaya oleh komunitasnya.

Kesimpulannya, dari studi kasus ini, kita belajar bahwa beberapa poin penting Social CRM yang telah diterapkan oleh Fashion Pria adalah, database, interaksi, membangun otoritas, & komunitas.

Bagaimana menurut Anda? Setuju dengan pendapat ini?