Social CRM Part 13: E-Commerce Giant Vs Community

Hari Sabtu yang lalu, saya bertemu dengan salah satu partner Female Daily, ada cerita yang menarik mereka akan mengembangkan e-commerce. Nah menariknya adalah mereka sifatnya hanya akan sebagai kurator. Karena insight yang diperoleh dari anggotanya, mereka merasa kebingungan ketika harus belanja online, terlalu banyak pilihan diluaran sana.

Mereka lebih percaya, untuk belanja dari toko online, dan produk-produk yang direkomendasikan oleh Female Daily, dalam hal ini ada portal khusus bernama ClozetteDaily. Lalu saya berpikir, berarti sebenarnya pesaing dari portal-portal e-commerce semacam Blibli.com, bukan hanya Rakuten, Toko Bagus, Zalora dll.

Tetapi ada yang lebih berbahaya, dan mungkin tidak disadari yaitu komunitas online, yang kemudian juga bertransformasi menjadi e-commerce baik itu hanya sebagai kurator, atau memang menjual langsung. Saat ini sebut saja beberapa komunitas online yang sudah bertransformasi menambahkan e-commerce di dalamnya ada Dunia Fitnes, Kaskus, Fashion Pria, Fimela Shop, Batik Indonesia dan masih banyak lagi.

Skala mereka mungkin tidak besar, dan hanya mencakup niche market. Tapi bayangkan bila ke depan konsumen akan berkumpul dalam beragam komunitas online, dan perilaku belanjanya adalah belanja di komunitas yang mereka ikuti. Apa kabar dengan perusahaan raksasa e-commerce????

Berbelanja di komunitas online punya beberapa kelebihan:

Curated

Pengalaman berbelanja di online memang memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih, dan membandingkan harga, tapi pada satu titik tertentu pasti akan terjadi kejenuhan. Konsumen mengalami kebingungan dengan berlimpahnya informasi.

Komunitas menjadi penyelamat dari kebingungan ini, karena komunitaslah yang akan mempersempit pilihan-pilihan yang ada. Harganya mungkin saja lebih mahal, tapi tidak menjadi soal karena tidak perlu lagi mengalami kebingungan.Sama saja dengan sekarang banyak yang lebih memilih belanja di mini market, dibandingkan ke hypermarket. Biar gak capek milih barang!

Trust

Hal lain yang unggul dari belanja di komunitas. Anda bisa percaya dengan penjualnya, karena pasti sudah teruji oleh anggota komunitas yang lain. Tidak ada lagi keraguan barangnya bagus atau nggak. Tidak cemas ternyata barang gak sampai, atau malah ketipu beli produk palsu.

Emotional Value & Sense of Belonging

Hal lain yang mungkin sangat kuat dan sukar ditandingi oleh e-commerce portal, emotional value yang dibangun karena otoritas. Ini menyebabkan konsumen menjadi sangat loyal, dan tidak peduli dengan harga. Apa pun produk yang direkomendasikan oleh komunitasnya maka memang bagus. Karena mereka yang berkumpul dalam satu komunitas memiliki ketertarikan dan selera yang sama.

Itu sebabnya portal e-commerce harus berhati-hati, jangan hanya sibuk membangun digital strategy dan marketing strategy untuk mengakuisisi konsumen, dan mengalahkan kompetitor. Padahal pasar dan konsumennya sebenarnya digerogoti oleh komunitas-komunitas yang mengembangkan e-commerce juga.

Oleh karena itu, raksasa e-commerce perlu menerapkan social commerce, agar biaya pemasaran menjadi lebih efisien di jangka panjang. Artikel selanjutnya saya akan membahas detil digital marketing strategy apa saja yang bisa dilakukan oleh e-commerce giant menghadapi komunitas.

Bagaimana menurut Anda?