competition

3 Jalur Untuk Tetap Relevan di Industri Digital Yang Hiperkompetitif

Saya memulai karir di digital sejak tahun 2008, dan baru menyadari bsudah 9 tahun di industri. Saya sudah menyaksikan pertumbuhan industri dari yang dulu sepi peminat, hingga kini tumbuh sangat pesat.

Pertumbuhan industri yang sangat pesat, mempunyai konsekuensi akan banyak sekali pesaing. Apalagi untuk memahami digital,  tidak terlalu rumit. Profesi di bidang pemasaran digital relatif mudah dipelajari, dibandingkan menjadi seorang Dokter, Arsitek, dll. Jadi jangan heran, kalau banyak sekali orang yang bermigrasi ke ranah ini, mulai dari para profesional, motivator bahkan para fresh graduate mengadu nasib di industri ini.

Baca Juga: Rubah Mindsetmu & Ciptakan Suksesmu

Lalu bagaimana kita bisa tetap relevan di industri, punya nilai tambah yang tidak dimiliki oleh orang lain? Sehingga tidak mudah tergantikan, dan relevan dengan pasar. Karena tiap hari orang-orang berbondong-bodong menyerbu, dengan ide yang lebih baru, kreativitas yang lebih menarik, konten yang lebih segar, energi yang lebih berlimpah.

Menjadi Super Ahli di Satu Bagian Digital 

Jalur karir pertama yang adalah menjadi sangat ahli dan memahami sangat mendalam di satu bagian dari digital, di mana punya banyak sekali percabangan. Misalnya menjadi ahli di bidang pemasangan iklan digital, dan menjadi yang paling paham dari A-Z.

Selalu fokus dan update dengan bidang itu, misalnya di iklan digital sekarang sedang trend programmatic, maka harus paham dari konsep hingga eksekusi iklan menggunakan sistem ini.

Naik Kelas Menjadi Strategik 

Pilihan kedua adalah naik kelas menjadi strategik, apabila sebelumnya misal hanya memahami social media, atau konten, atau analytics, maka naik kelas untuk bisa memahami berbagai aspek dari digital. Lalu bisa connecting the dots dari berbagai hal tersebut menjadi satu bagian yang terintegrasi.

Mereka yang ada di level strategik ini akan lebih sulit ditembus, karena tidak instan. Pertama butuh helicopter view mempelajari berbagai aspek di digital. Kedua untuk bisa connecting the dots, dan berpikir terintegrasi menurut pengalaman saya, Anda membutuhkan jam terbang. Mereka yang berpengalaman tidak bisa dibohongi, proses berpikirnya akan berbeda. Semakin banyak kampanye dan merek yang dipegang, maka akan lebih lihai dalam mengintegrasikan berbagai area di digital. Apalagi di digital, ilmunya berkembang sangat pesat dan terus bergulir. Anda juga terus dituntut update dengan situasi kekinian

Pindah Jalur ke Manajerial

Pilihan terakhir adalah berpindah ke jalur manajerial, memahami digital sebagai sesuatu yang bukan cuma bicara soal kanal komunikasi pemasaran, tapi juga digital sebagai sebuah paradigma yang mentransformasi bisnis. Ini level yang jauh lebih tinggi lagi dibandingkan hanya sekedar bicara strategi digital.

Karena untuk masuk di level ini, maka bukan cuma paham soal digital tapi juga harus paham bisnis, manajemen, dan perubahan eksternal di luar bisnis. Misalnya perekonomian dunia, ekonomi politik, kebijakan pemerintah dll.

Tentu saja pengalaman menjadi penting selain pengetahuan teknis. Dan yang tak bisa dihindari, dan kompetensi ketika bicara jalur manajerial adalah kemampuan soft skill misalnya kepemimpinan, negosiasi, persuasi dan mempengaruhi orang lain, kekampuan memahami perubahan tren.

Baca Juga: Transformasi Digital

Level ini yang saat ini sedang saya dalami dan kejar, karena saya harus terus berinovasi agar selalu relevan dengan perubahan, dan tetap relevan dengan situasi yang hiperkompetitif.

Apakah punya pandangan lain? Atau mau menambahkan? Dengan senang hati, saya menanti.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini