Leader

8 Hal Tentang Menjadi Bos Yang Tak Diceritakan Oleh Ibuku

Saya terinspirasi menulis ini, karena sering kali terngiang obrolan di sore hari saat menikmati waktu santai bersamaketika masih kecil “Ibu doakan kamu jadi Bos, hidupnya enak tinggal tanda tangan, dan banyak duit”. Intinya hampir selalu seperti ini. Ini yang kemudian menginspirasi saya, dan membuat saya berani punya mimpi, suatu saat harus jadi Bos.

Tapi ada satu disclaimer, maafkan kalau impian itu terlihat dangkal. Karena Ibu saya memang hanya staf biasa di sebuah departemen pemerintahan, di kota kecil. Tapi jangan salah, saya tetap sangat bangga dengan beliau, karena akhirnya saya bisa mewujudkan impiannya. Ketika akhirnya itu terwujud,  semuanya tak seindah di sinetron. Ini beberapa hal yang mungkin tak pernah dibayangkan, bahwa jadi Bos punya banyak konsekuensi yang harus dipikul.

Confession of An Introvert Digital Expert

Perjalanan panjang saya mengelola Upnormals Pingfans, memberikan saya banyak pelajaran yang mungkin saja berguna, sekaligus mau belajar dari pengalaman yang lain bagaimana mengelola sebuah tim, dan menjadi Bos.

Jadi Bos Berarti Harus Berperan Juga Sebagai Motivator Layaknya Mario Teguh

Ibu dulu ngga pernah ngasih tahu kalau ternyata jadi Bos itu juga harus jadi motivator. Lah gimana timnya mau bergerak, dan mencapai tujuan kalau kita ngga bisa memotivasi? Membuat orang takut, jadi mau bekerja bisa saja,  tapi itu ngga akan bersifat jangka panjang. Bos yang hebat adalah ketika timnya masih solid dan terus bergerak, walaupun dia tidak hadir di sana. Karena semua termotivasi, untuk melakukan yang terbaik, karena kepentingan organisasi dan individualnya sejalan.

Leader adalah Perjalanan Sunyi Seperti Lagi Solo Traveling 

Jadi seorang Bos maka bersiaplah sebuah perjalanan yang sunyi. Tidak ada lagi teman bergosip saat makan siang, tidak ada lagi teman kantormu yang bisa diajak curcol. Semua harus dilakukan sendiri, karena ada banyak hal yang tidak perlu dan tidak boleh diketahui orang lain. Sebagai pemimpin harus lebih bijaksana memilah mana yang boleh dibagi atau tidak.

Jadi Pemimpin Itu Juga Harus Jadi Guru TK, Mendidik dengan Gigih

Saya selalu salut sama guru TK yang mengajarin anak-anak kecil itu dengan penuh kesabaran. Saya pikir saya tidak akan mampu melakukan profesi ini. Ternyata jad leader itu juga harus sabar mendidik, dan membentuk timnya agar sesuai dengan ekspektasi. Ini terliat seperti gampang, tapi ternyata tak semudah di atas kertas.

Memimpin, Berarti Berani Ambil Risiko Seperti Penerjun Payung

Memilih jalan sebagai pemimpin, berarti harus berani ambil risiko. Kalau cuma mau cari aman selamatkan diri sendiri, lebih baik jangan mengambil jalur ini. Karena risiko selalu ada di depan, setiap keputusan punya konsekuensi bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga orang-orang lain dalam tim.

Jadi Bos Berarti Juga Belajar Jadi Pilot, Visioner Mau Dibawa Kemana Baru Nanti Timnya Bisa Autopilot

Cara kerja pilot itu kan mereka tinggal masukkan mau ke arah mana, maka setelah itu semua tinggal autopilot jalan sendiri. Tapi untuk bisa itu berarti kan ya harus visioner, mau di bawa ke mana? jadi timnya ngga bingung terombang-ambing

Leader yang Baik Juga Harus Belajar Dari Ibu-Ibu yang Jago Nawar di Pasar

Kerjaan yang paling banyak dilakukan Bos itu ternyata bukan seperti kata Ibuku, tanda tangan. Itu iya sih lumayan sering dilakukan. Tapi hal paling krusial adalah kemampuan negosiasi. Karena pemangku kepentingannya sangat banyak, tarik menarik kepentingan yang berbeda, karakter yang berbeda. Bagaimana mengelolanya? Ya harus pintar negosiasi, nawar dan mencari kompromi jalan tengah.

Menjadi Pemimpin Itu Juga Kayak Naik Egrang Harus Punya Keseimbangan yang Tinggi, Kalau Tidak akan Terjungkal

Jadi pemimpin yang paling susah harus relatif obyektif (karena saya tidak yakin bisa lepas 100% dari subyektivitas), bisa melihat sesuatu dari berbagai sisi. Kalau berat sebelah fokus hanya satu bagian makan akan terjungkal. Lihatlah orang lagi main egrang, untuk melangkah ke depan kan butuh keahlian untuk menjaga keseimbangan, mengelola dua batang bambu yang dinaikin, kalau tidak sinkron pasti jatuh

Belajarlah dari Pemancing yang Selalu Sabar Menangkap Ikan. Dan Bagi Bos Bernama Sukses Mencapai Tujuan yang Dituju

Para pemancing itu menurut saya, orang yang sangat sabar. Tenang memasang kail, sabar menunggu dan menunggu mencari momen yang tepat saat ikan memakan umpan, lalu diangkat. Ini butuh kesabaran, dan perhitungan. Begitu juga jadi seorang Bos, harus sabar menyiapkan semua infrastruktur pendukung, sampai akhirnya tujuannya tercapai. Lelah, jenuh adalah bagian dari cerita yang hadir sepaket, tapi misi yang selalu membara akan menjadi penyemangat dalam dirinya agar tetap bertahan.

Baca Juga: Apa Misimu di Dunia

Andaikan Ibu saya masih ada, saya mungkin akan menceritakan ini, sekaligus mengucapkan terima kasih. Karena impian dan harapannya maka saya ada di posisi sekarang, walaupun perjalanan masih sangat panjang, dan proses pembelajaran saya juga masih jauh di depan.

Pengalaman saya masih sangat sedikit, ditunggu berbagi pengalaman dari teman-teman semua ya…

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini

 

Tagged as: