kindle

Kindle & Disrupsi Proses Belajar

Sejak beberapa bulan lalu saya dikenalkan secara tidak sengaja dengan e-book reader Kindle. Kindle buat saya, bukan hanya cara membaca yang baru, tapi juga transformasi dan disrupsi bagaimana belajar, dan mengakuisisi keahlian baru.

Jadi ceritanya , sejak pertama kali membaca Big Bang Disruption sekitar satu tahun yang lalu, saya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang disrupsi digital, dan juga transformasi digital. Di mana di Indonesia, topik ini masih sangat sedikit referensinya, bahkan mungkin masih sangat asing.

Padahal era ini sudah di depan mata, dan belum banyak orang yang punya kompetensi ini. Saya melihatnya sebagai peluang!!! Lalu apa kaitannya dengan Kindle? Karena dengan Kindle saya dengan mudah mengakses buku-buku referensi yang sangat mumpuni terkait topik di atas.

Buku-buku itu, bisa diakses dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan versi cetaknya, dan akuisisinya sangat cepat tinggal diunduh. Coba bayangkan kalau saya harus membeli buku cetak, maka saya harus memesan dari Amazon AS, berapa biaya kirim, dan jeda waktu yang dibutuhkan.

Kedua dengan adanya Kindle, juga sangat bermanfaat, ada berbagai rekomendasi buku. Ini penting sekali untuk memperdalam ilmu yang saya punya, saya bisa mengunduh sample, dan melihat daftar isi sebelum membeli edisi utuhnya.

Bayangkan dalam 3 bulan ini saja, saya sudah membaca kurang lebih 5 buku terkait dengan transformasi dan disrupsi digital. Saya bisa mempunyai pemahaman yang sangat komprehensif, untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan. Saya juga sudah mengunduh beberapa buku yang terkait dengan ekosistem ini. Misalnya buku yang terkait dengan model bisnis di digitall, atau bahkan industri Fintech. Disrupsi digital yang paling seksi di tahun 2017 ini.

Kesimpulannya adalah, Kindle telah mendisrupsi cara saya belajar, dan mengakuisisi keahlian baru. Dulu mungkin saya membutuhkan beberapa tahun, untuk bisa memahami social media dan digital marketing karena belajarnya secara acak, tidak terstruktur.

Tapi hadirnya Kindle, mempercepat semuanya, karena tidak ada hambatan distribusi buku, dan kedua fitur rekomendasi buku, sangat bermanfaat untuk kemudian harus membaca buku apalagi selanjutnya. Dan saya bisa langsung menerapkan teori dan pemahaman itu di kehidupan nyata, karena saya mengaitkan itu dengan roadshow training ke berbagai perusahaan market leader yang sedang melakukan transformasi, dan juga terlibat di berbagai inkubator start up untuk mengisi training. Jadi akuisisi pengetahuan, dan praktek di lapangan bisa berjalan lebih cepat.

Baca Juga: Tahapan Kematangan Transformasi Digital di Indonesia

Bagaimana dengan Anda? Apakah punya pengalaman yang sama? Atau masih tipe yang setia dengan buku konvensional? Pada akhirnya semua soal pilihan dan selera.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATIS di sini