Belajar dari Video Minta Maaf Buka Lapak Yang Viral

Video ini tumbuh secara organik, dan menuai banyak Wor of Mouth (WOM). Tentu saja dengan banyak kontroversi sangat lumrah. Ada yang benci, tapi banyak yang memuji. Ada yang bilang norak, ada yang bilang keren. Gimana menurut saya? Video ini BERHASIL!!! Kenapa? Ada beberapa sebab:

1. Berhasil tampil beda diantara semua yang sibuk promo Harbolnas.Bayangkan tahun lalu cuma ada 78 ecommerce yang bersiap menyambut pesta diskon 12-12, tahun ini? Lebih dari 140 ecommerce!!!

2. Promosi dengan  dengan biaya minim. Bandingkan dengan Matahari Mall yang sampai bikin billboard khusus. Mana yang lebih ngena? Bagi saya cara Buka Lapak lebih nanceppp buat generasi millenial. (sedikit revisi karena dapet info dari Andy BigEVO mereka pake TrueView).

3. Videonya berhasil menjadi WOM. Karena pertama riding the wave apa yang lagi ngetren. Apa itu? Dian Sastro *eh Dian Katro LOL. Kedua videonya lucu dan hiperbola. Material untuk jadi WOM banget ngettt. Apa saja yang jadi WOM? Ada beberapa pola yang diamati oleh Jonah Berger dalam bukunya “Contagious” yaitu: Social Currency, Triggers, Emotion, Public, Practical Values, Stories (STEPPS).

4. Video ini bukan hanya sekedar viral material, tapi ada call to action di mana-mana yang menghantui untuk buka landing page harbolnas Buka Lapak, sesuai dengan tujuan awalnya. *cucokkk coool joss gandosss ini sering kelupaan

5. Judul videonya langsung bikin kepo, penuh aura gosip dan kontroversi yang disukai oleh orang Indonesia.

Penasaran dengan videonya? Cek di sini

Kamu tim yang mana? Memuji atau mencela? Apa pun pilihannya sah sah saja. *Btw Dian Katro nya menurut saya adalah bagian paling nendang dan brilian!!!