music-for-presentation

Apa Arti Hadirnya Spotify ke Industri Musik Indonesia?

Spotify resmi hadir di Indonesia sejak 3o Maret 2016 , dan disadari atau tidak demam Spotify menyebar dengan sangat cepat, lebih cepat dibandingkan dengan kehadiran layanan streaming film Netflix yang  hadir sebelumnya. Saat Asia Pacific Media Forum (APMF) 2016 bulan Mei lalu, presentasi dari tim Spotify regional pun terlihat sumringah, mereka mengatakan pertumbuhan pasar di Indonesia sangat bagus.

Ada beberapa hal yang kemudian perlu dicermati dengan kehadiran Spotify di Indonesia. Karena ini bukan hanya mengenai layanan baru, tapi akan mengubah landscape industri. Spotify akan mendisrupsi industri musik di Indonesia. Saya pernah membahas mengenai disrupsi digital di artikel ini.

Lalu apa yang saya prekdisikan terjadi dengan hadirnya Spotify?

Radio Akan Terancam Disrupsi

Ketika pertama kali melihat Spotify, saya berkata dalam hati “Aha!!! Ini yang saya cari, play list lagu yang menarik, untuk menemani beraktivitas, dan sifatnya sangat personal!!!” Bukankah ini ranah radio yang sebelumnya tak tergantikan, oleh kehadiran tv, bahkan hiburan lain misalnya youtube?

Sementara Spotify punya keunggulan lain dibandingkan radio, karena Anda bisa memilih playlist dari ribuan yang sudah ada, atau bisa membuat sendiri sesuai selera Anda. Kedua, bila terdaftar sebagai pelanggan premium maka bisa mendengarkan lagu tanpa iklan dan multi platform bisa didengarkan di mana saja?

Bukankah industri radio sebelumnya melakukan adaptasi, dan redefinisi dengan membuat genre baru, siaran radio tanpa ada penyiar dan jeda iklan? Itu sebabnya Gen FM dan Jak FM booming, karena mengusung konsep baru ini, lalu diikuti oleh radio-radio lainnya.

Kalau radio ingin tetap eksis dan relevan, maka mulai harus meredefinisi fungsinya di tengah media hiburan yang makin beragam ini, kalau tidak bisa tenggelam di telan jaman.

Musisi Baru & Genre Baru Lebih Mudah Mendapat Panggung

Spotify bukan hanya sekedar tempat mendengarkan musik. Tapi ini juga berfungsi sebagai social media bagi penggemar musik. Tiap orang bebas memilih musik yang mereka suka, tidak ada music director yang berkuasa penuh menentukan musik mana yang akan didengarkan dan menjadi populer seperti halnya di radio.

Semua orang bisa mempromosikan musisi dan lagu kesayangannya. Dan tipe generasi milenial yang suka mengeksplorasi sesuatu yang baru, dan anti mainstream membuat para pendatang baru, atau mereka yang punya genre yang berbeda punya kesempatan yang sama untuk kemudian menjadi terkenal, dan punya banyak fans. Karena para pendengarnyalah yang akan share musik itu ke spotify atau jejaring musik yang lain.

Model Bisnis Baru Industri Musik

Industri musik sebelumnya bergantung pada penjualan musik, tapi Spotify akan mengubah bagaimana konsumen menikmati musik. Mereka tidak akan membeli lagu, tapi sekedar menyewa lagu. Musisi akan mendapatkan penghasilan dari setiap lagu yang didengarkan. Ini adalah masa depan ekonomi yang disebut sebagai sharing economy .

Kehadiran Spotify juga akan membuat pembajakan diindustri musik akan berkurang drastis karena konsumen bisa mendapatkan musik yang disuka secara legal dengan harga terjangkau, dan pilihan yang tak terbatas.

Apakah Anda sudah mencoba Spotify? Setuju dengan pendapat ini? Mari diskusi di kolom komentar ya.

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Operating Officer (COO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini