Print

Mengapa Fintech Akan Menjadi Tren Berikutnya di Indonesia?

Fintech ini sedang hangat, dan menjadi salah satu isu yang dibahas terkait digital strategy, karena industri finansial menjadi salah satu yang mengalami digital disruption. Apa sebenarnya Fintech? Ini adalah industri keuangan berbasis piranti lunak, yang bentuknya bisa beragam, berdasarkan definisi dari Wikipedia, terbagi menjadi 5 kategori besar;antara lain solusi asuransi, solusi pendukung sistem pembayaran termasuk di dalamnya pembayaran via mobile dll. Atau bisa baca di sini, untuk memahami Fintech di Indonesia.

Baca juga: Industri yang Terancam Disrupsi Digital di Indonesia

Bagaimana dengan di Indonesia? Tahun 2016 ini berdasarkan riset singkat yang saya lakukan tampaknya mulai banyak artikel yang membahas tentang ini. Fintech mulai tinggal landas di tahun ini, salah satu indikatornya mulai muncul beberapa start up baru terkait dengan ini.

Saya sangat optimis Fintech akan segera tinggal landas di Indonesia, berdasarkan 3 indikator berikut:

Generasi Milenial & Ekspansi Internet

Milenial tidak bisa dipisahkan dengan internet, dan merekalah yang menjadi orang yang pertama akan mengadopsi hal-hal yang baru. Milenial akan semakin mendominasi komposisi penduduk Indonesia, kemampuan belanja mereka juga akan semakin tinggi seiring waktu di mana mereka menjadi makin dewasa. Di sisi lain pertumbuhan pengguna internet yang pesat, dan komitmen pemerintah untuk terus menggenjot infrastruktur internet akan menjadi penggerak Fintech menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Saat ini saja kita sudah melihat pergerakan penggunaan e-money yang sudah di mulai di kota-kota besar seperti Jakarta, termasuk untuk menggunakan transportasi publik misalnya KRL, TransJakarta dll. Ini akan membangun kebiasaan baru bahwa Anda tak perlu lagi bertransaksi dengan uang fisik.

E-commerce

E-commerece di Indonesia yang melaju sangat pesat sejak 2015 telah sukses mengedukasi masyarakat bukan hanya untuk berbelanja melalui online, tapi juga menyuburkan Fintech. Karena e-commerce yang tumbuh pesat di Indonesia bukan hanya yang menjual barang seperti Tokopedia, MatahariMall dll, tetapi juga yang menjual jasa seperti Go-Jek, Uber, Grab. Go-Jek sukses mengedukasi masyarakat dengan Go-Pay, sebagai sistem pembayaran menggantikan transaksi dengan uang kertas.

Ingat Go-Jek dalam waktu singkat sudah menyebar di 14 kota di Indonesia, mereka bukan hanya mengedukasi menggunakan Go-Pay, tetapi juga membuat pengendaranya melek teknologi, karena pembayaran dilakukan via Rekening Ponsel CIMB Niaga. Notabene mereka ini mungkin segmen yang jarang bersentuhan dengan bank. Sayang Go-Jek tidak mau membuka data berapa jumlah pengguna Go-Pay saat ini.

Ini belum termasuk transaksi yang terus menanjak terkait dengan transaksi e-commerce yang dilakukan via Doku, VeriTrans dll. Seiring dengan booming e-commerce maka ini akan tumbuh semakin pesat.

Penetrasi Bank yang Rendah

Di Indonesia, jumlah penduduk yang punya rekening di bank hanya sekitar 19%, terkonsentrasi hanya di kota besar. Sementara itu jumlah pengguna kartu kredit jumlahnya lebih sedikit lagi, data 2015 jumlahnya hanya 15,8 juta pengguna.

Ini menjadi kesempatan besar untuk start up Fintech, karena mereka bisa merebut 81% konsumen Indonesia yang tidak terhubung ke bank, tapi bisa jadi nantinya akan langsung melakukan lompatan menjadi pelanggan start up Fintech, terkait tabungan, pembayaran, pinjaman bahkan mungkin asuransi. Walaupun dugaan saya di awal adalah yang akan tinggi ekspansinya adalah terkait pinjaman dan pembayaran.

Karena banyak sekali UMKM yang kecil-kecil saat ini tidak bisa meminjam modal ke Bank karena tidak memenuhi persyaratan. Dan saya sudah melihat geliat start up Fintech terkait pinjaman yang tumbuh pesat, bahkan Tokopedia bekerjasama dengan dua start up Fintech ini untuk pendanaan mitranya, yaitu Ammar Bank dan Modalku.

Apakah setuju dengan pendapat ini? Ditunggu komen dan pendapatnya

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Operating Officer (COO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini