Facebook

Belajar Social Media Promo dari 3 Teman di FB

Sebenarnya sudah sejak lama mengamati 3 orang teman saya di Facebook (FB) saya, yang menurut saya cara mereka promosi dan jualan produknya tidak mengganggu, kreatif, sederhana tetapi mengena. Dan ketiganya saya kenal dekat bukan orang yang ahli social media, tapi menginspirasi sekali untuk bisa jadi pembelajaran buat kita.

Baca juga: Peluang Digital bagi UKM

Pertama adalah teman saya, seorang dosen di Universitas Ciputra Surabaya, yang juga kandidat Doktor di Universiti Utara Malaysia (UUM). Anda bisa melihat contoh promonya berikut:

Screenshot (552)

Ini belum seberapa sampai Anda melihat ide kreatif update berikut ini, jualan paling puitis

Screenshot (553)

Kedua, adalah teman saya yang punya usaha bikin tas promosi. Target pasarnya lebih banyak ke perusahaan alias dikenal sebagai Business to Business (B2B).

Screenshot (551)

Menarik kan? Cara dia mencuri perhatian di FB pribadinya? Bagaimana dengan yang ini?

Screenshot (554)

Ketiga, adalah teman saya yang kerjaan utamanya sebagai agen asuransi. Dia melakukan hal sederhana yang sering kali dilupakan para agen asuransi EDUKASI, dengan cara yang sederhana tapi memang mengena.

Screenshot (549)

Baca juga: 3 Alasan UMKM Perlu Melek Digital

Apa 3 pelajaran menarik yang kita bisa simpulkan dari 3 studi kasus di atas?

Soft Selling

Social media itu tempat orang mau ngobrol dan berinteraksi sesama teman, maka dari itu jangan jualan hardcore. Orang pasti akan jadi sebel dan bete, apalagi kalau pake tagging ke semua orang, jelas ngga akan efektif. Apabila Anda keseringan tag-tag, bisa jadi malah dilaporkan sebagai spam, karena dianggap mengganggu.

Story Telling

Ketiganya ini memanfaatkan cerita yang menarik untuk menarik perhatian orang lain. Coba kalau dilihat maka semuanya berusaha membangun cerita dengan caranya masing-masing. Tapi interaksi yang terbangun cukup tinggi, dan saya sebagai yang membaca status itu pun jadi penasaran. Ngga merasa bahwa ini sedang jualan.

Inovatif Itu Sederhana

Kalau Anda melihat inovasi yang dibikin ketiganya, sederhana bukan? Karena inovasi itu tidak harus grande dan megah. Anda bisa memulai saat ini juga, dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki. Yang bentuknya cuma teks pun bisa menarik kok? Kenapa tidak? Tinggal kemasannya semenarik apa? Bukankah begitu?

Ada lagi yang mau ditambahkan? Atau ada yang mau share tentang inovasi konten yang dibuat boleh juga lho, biar saya juga bertambah luas wawasan dan referensinya.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Operating Officer (COO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini