video

Tujuan Online Video dalam Kerangka Pemasaran Digital

Content marketing di digital terutama dalam bentuk video sedang marak saat ini, sebagai bagian dari portofolio digital strategy, merek-merek yang ada di Indonesia. Saya melihat pertumbuhan yang sangat pesat belakangan ini. Tapi sebelum masuk ke eksekusi videonya seperti apa, Anda harus merumuskan dulu tujuan online video ini untuk apa? Karena nanti akan mempengaruhi eksekusi kontennya, dan juga pengukuran dari videonya, apa yang akan kita analisis.

Baca Juga: Apa Itu WWW.HM? Di Buku “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai parameter tujuan online video:

Brand Exposure / Awareness

Tujuan pertama yang bisa dilakuka dari video adalah membuat orang kenal dengan produk kita. Oleh karena itu kalau tujuannya ini, logikanya audiens belum mengenal produk kita, Maka harus ditekankan logo mereknya harus tampil di lima detik pertama video. Lalu tekankan juga Unique Selling Point (USP), dan manfaat dari produk, tentunya dengan cara yang lebih softselling dan kemasan cerita yang menarik.

Karena Anda pasti sudah sering mendengar bahwa video di online, tidak sama dengan iklan di tv. Generasi digital tidak suka digurui, mereka suka disuguhkan dengan cerita. Alasan lain di online, mereka bisa mengontrol mana yang mau ditonton atau tidak, hanya dengan menekan tombol “skip” atau “next”.

Education & Delivering Information More Effective

Beberapa kategori produk, dan industri membutuhkan edukasi terlebih dahulu, sebelum orang akan membeli produknya. Atau edukasi dibutuhkan untuk membuat informasinya lebih jelas, karena akan lebih mudah dan jelas bila dijelaskan dalam bentuk video.

Misalnya yang dijual gadget, video akan memudahkan untuk menjelaskan fitur-fitur yang ada. Atau Anda berjualan tas atau boneka, konsumen akan lebih mudah membayangkan ukuran aslinya apabila dalam bentuk video dibandingkan produk lain.

Increase Sales Conversions

Online video juga dalam berbagai literatur menyebutkan, ini akan meningkatkan konversi penjualan. Konsumen akan lebih yakin untuk membeli ketika deskripsi produk bukan hanya gambar, tapi ada videonya. Karena seperti paparan sebelumnya, konsumen bisa melihat dengan lebih jelas ukuran, bentuk, fungsi dll.

Oleh karena itu, apabila tujuan videonya untuk meningkatkan konversi ke pembelian. Anda perlu melakukan pengamatan singkat, faktor apa saja yang akan mempengaruhi konsumen untuk beli, hal ini yang kemudian harus ada di konten video.

Customer Relationships & Engagements

Online video bisa dikaitkan untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan konsumen, terutama agar membuat konsumen lebih loyal. Metrik yang bisa diukur antara lain; berapa lama mereka membuka website, besaran keranjang belanja, dan pengunjung yang loyal.

Video konten bisa dijadikan sarana untuk membuat konsumen menjadi lebih loyal, karena mereka mendapatkan sesuatu yang berharga, yang tidak didapatkan di tempat lain. Dan pastinya tergoda untuk membeli lebih banyak, karena mereka diedukasi dan mendapatkan ide-ide baru yang mendorong mereka untuk membeli. Contoh yang paling menarik mungkin bisa dilihat apa yang dilakukan oleh HijUp.com.

Ada yang terlewat, dan ingin ditambahkan?

*source disarikan dari Econsultancy Reasearch “Best Practice Online Video in Sout East Asia”

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Operating Officer (COO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini