personal-branding

Digital Strategy untuk Personal Branding

Setiap orang saya yakin perlu membangun personal branding, apakah dia sebagai profesional, karyawan atau pun pengusaha. Karena personal branding yang kuat, akan membuat karir lebih cepat menanjak, mendapatkan banyak peluang bisnis, dan direkomendasikan oleh orang-orang, apabila ada yang menanyakan tentang keahlian tersebut.

Baca juga: Apa Itu WWW. HM? di Buku “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Cara yang paling mudah dan efisien membangunnya tentu saja melalui digital. Di digital  Anda bisa memulainya dengan memanfaatkan media sosial. Lalu tips dan langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk membangun personal branding?

Tentukan Kanal

Strategi pertama adalah tentukan Anda akan memanfaatkan kanal mana saja untuk membangun personal branding. Misalnya Anda punya banyak social media, seperti Twitter, Facebook, Instagram, LinkedIn dll. Pilih mana saja yang akan jadi corong Anda untuk personal branding, dan mana yang untuk kalangan terbatas, misalnya teman.

Karena ini mengandung banyak konsekuensi, apabila kanal media sosial dibuka sebagai kanal personal branding, maka kontennya tidak bisa lagi sembarangan. Anda harus berpikir jauh ke depan, apakah ini akan relevan dengan personal brand yang dibangun? Jangan salah calon partner bisnis, atau yang akan merekrut Anda sering kali cek dan ricek di media sosial.

Personal  Brand yang Unik

Ada begitu banyak orang di luaran sana yang juga sedang membangun personal branding. Ada banyak juga mereka yang punya keahlian di bidang yang sama? Lalu apa yang membedakan Anda dengan yang lain di bidang yang sama? Ini yang perlu dipikirkan, dan dikomunikasikan. Bagaimana membangun sesuatu yang unik. Saya menyarankan sesuatu yang belum ada, dan memang dibutuhkan oleh pasar, dan kompetensi itu Anda miliki, yang akan susah ditiru orang lain. Jadi pesannya harus beririsan ke tiga bagian tersebut. Tujuannya apa? Agar Anda unik, dan mudah diingat oleh orang.

Komunikasikan Dengan Konsisten

Ketika sudah menentukan kanalnya mana saja dan pesannya apa, maka tantangan selanjutnya. Anda harus mengkomunikasikan dengan konsisten kompetensi yang dimiliki. Karena tanpa konsistensi personal branding tidak akan terbangun. Mengapa? Karena personal branding itu tidak dengan instan menancap dipikiran orang lain.

Anda bisa memulainya dengan konsisten dengan hashtag tertentu yang dibikin. Dan saya masih melihat menulis blog atau membuat video adalah cara yang paling efektif dan investasi untuk jangka panjang. Mengapa? Karena untuk jangka panjang, cara orang menemukan Anda adalah via mesin pencari semacam Google. Dan blog dan video ini yang terekam dengan lebih mudah di mesin pencari sampai kapan pun.

Saya beberapa kali menjadi narasumber di berbagai media, mulai dari majalah hingga tv berawal dari jurnalisnya menemukan tulisan saya di blog. Seorang teman juga bercerita dia diundang sebagai narasumber talkshow roadshow beberapa kota dari majalah Kosmopolitan karena tulisan di blognya, yang sudah bertahun-tahun lalu. Jadi sekali lagi tidak ada ruginya untuk menulis blog.

Komunikasi yang Terintegrasi

Setelah Anda konsisten misalnya menulis blog, atau menggunakan hashtag tertentu atau dalam bentuk apapun. Anda harus mengintegrasikan informasi ini ke semua kanal yang dimiliki di online maupun offline. Misalnya saya mencantumkan alamat website pribadi, dan keahlian saya sebagai digital expert di footage email. Saya juga memasukkan alamat website di semua kanal media sosial yang saya punya, seperti Facebook, LinkedIn, Twitter, GooglePlus, Instagram. Di website saya juga mencantumkan semua kanal social media yang memang untuk publik. Jadi sekali lagi integrasi kanal juga penting, karena sering kali hal ini terlupakan.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Operating Officer (COO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini