property strat

3 Informasi Penting ZMOT di Industri Properti

Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan praktisi di industri properti yang berencana membuat training digital marketing di industri properti. Tujuan utamanya, bagaimana digital bisa mendongkrak penjualan. Lalu saya menjelaskan tentang pentingnya Zero Moment of Truth (ZMOT), terutama kaitannya ke industri properti. Karena, pembelian properti tidak impulsif, sebelum membeli orang akan melakukan riset  di internet. Mereka ingin tahu opini pihak ketiga terhadap produk itu, sebelum membeli. Jadi percuma saja, pasang iklan gede-gedean, tapi banyak yang mengeluhkan soal proyeknya atau pengembangnya. Maka ini akan mengurungkan niat calon pembeli, untuk mengeksekusi pembelian.

ZMOT-in-the-sales-purchasing-cycle

Berikut 3 informasi utama yang akan dicari calon konsumen, sebelum membeli properti yang seharusnya dijaga dan dikelola dengan baik oleh perusahaan, sebagai bagian dari digital strategy di industri properti

Kredibilitas Pengembang

Hal pertama yang akan dicari oleh konsumen adalah kredibilitas dari si pengembang properti. Mereka ingin tahu portofolionya sebelumnya, ada apa saja? Apakah ada masalah dalam pembangunannya? Apakah serah terima tepat waktu? Apakah ada masalah atau kasus, dengan lahan atau tidak di proyek sebelumnya dll.

Karena membeli properti melibatkan proses jangka panjang, dan hubungan antara penjual dan pembeli baru dimulai setelah transaksi, seperti halnya ketika Anda membeli asuransi. Layanan purna jual menjadi sangat penting. Apalagi banyak sekali kasus terkait industri ini kaitannya dengan pengembang.

Calon konsumen akan menjelajahi informasi dari mesin pencari, untuk membaca opini dari pembeli sebelumnya, pemberitaan di media, atau mungkin bertanya dan berkonsultasi dengan teman-temannya di media sosial.

Baca Juga: Strategi Website Untuk Industri Properti

Lokasi

Calon konsumen akan melakukan investigasi tentang lokasi yang ada saat ini, mulai dari apakah rawan bencana alam misalnya banjir, longsor dll. Aspek lain yang dilihat juga bagaimana akses ke berbagai fasilitas umum, misalnya dekat dengan jalur kereta, sekolah, pasar, rumah sakit dll. Aspek yang akan mereka pertimbangkan juga misalnya akses menuju lokasi, lingkungan sekitarnya dll.

Tentunya prioritas di tiap segmen konsumen akan berbeda. Misalnya untuk kalangan kelas menengah atas, mereka tidak mencari yang dekat dengan transportasi umum, justru yang jauh dari keramaian dan lebih banyak privasi.

Baca Juga: Lima Strategi Digital di Industri Properti

Proyek dan Peluang Investasi

Hal lain yang tentunya akan mereka lihat, proyek propertinya itu sendiri. Mulai dari bahan bangunan, harga, dan persyaratan pembelian, legalitas tanah tempat berdirinya bangunan, dan juga potensinya untuk berinvestasi atau berbisnis. Karena banyak dari para pembeli ini adalah investor, yang bukan untuk ditempati sendiri tetapi mengharapkan mendapatkan imbal balik dari penjualan kembali atau disewakan. Mereka akan sangat mempertimbangkan potensi ke depannya.

Oleh karena itu perlu dipersiapkan semua informasi ini tersedia di online, dan yang paling penting sebagian besar informasi yang ada bersifat positif. Kita tidak bisa mengharapkan 100% positif, karena keluhan dan isu negatif akan ada, tapi yang perlu dilakukan adalah bagaimana segera merespon dan menangani keluhan itu. Sehingga calon pembeli berikutnya tidak meragu dan mengurungkan niat karena ada begitu banyak sentimen negatif, apalagi keluar di rangking teratas.

Bagaimana menurut Anda? Apakah setuju? Apa yang Anda cari infonya ketika akan membeli properti? Mari berbagi di sini.

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Operating Officer (COO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini