Social_Media_Envision_Marketing

Social Media Contest Strategy & Quiz Hunter

Quiz hunter adalah hal yang paling banyak diperbincangkan dan ingin dihindari setiap brand ketika membuat sebuah kuis id social media. Mengapa? Jelas kalau yang menang para quiz hunter maka tujuan akhir dari kampanye social media yang dilakukan tidak tercapai. Karena tujuan membuat kuis adalah membangun awareness misalnya di audiens yang ditargetkan, atau meningkatkan interaksi dengan konsumen yang sudah dimiliki saat ini.

Ada sebuah kasus yang menarik. Beberapa tahun lalu, saya mendengar sebuah curhat menarik dari salah satu peserta inhouse training yang saya pandu.

Ceritanya begini, sebuah majalah bekerjasama dengan salah satu provider telekomunikasi bikin kuis di Twitter. Dia ngeluh karena yang ikutan kuisnya banyak, tapi kok yang ikut ke kompetisi, yang jadi tujuan akhir dari kuisnya sedikit.

Saya tanya, kuisnya ngapain di Twitter? Kuisnya ternyata adalah kontes foto, kalau ngga salah. Hadiahnya dapet gadget. Sementara tujuan akhirnya adalah orang diminta ikutan bikin aplikasi. Kalau Anda sekilas melihat kasus ini? Melihat tidak, ada ketidaksinkronan yang terjadi? Sehingga ujungnya yang ikut adalah quiz hunter, yang berburu hadiah gadgetnya.

Baca Juga: Belajar Social Media Promo dari 3 Teman di FB

Oleh karea itu, berikut adalah 3 strategi paling penting untuk membuat kontes di social media. Ini penting agar kejadian seperti di atas tidak terulang. Karena saya yakin banyak sekali yang mengalami hal serupa.

Tujuan Kontes

Ini sangat penting untuk didefinisikan dengan sangat jelas. Hasil akhir apa yang ingin dicapai. Karena tujuan yang tak jelas, menyebabkan pening di kepala belakangan, dan akhirnya hanya dikerumuni quiz hunter. Tujuan akhir dari kuis yang dibikin ini apa? Apakah orang ngomongin produk kita? Beli produk? Atau mereka kasih data mereka untuk di follow up?

Karena dengan tahu tujuanny,a kita abisa membuat mekanisme dengan lebih baik. Kita juga akan lebih mudah menentukan kanal mana yang akan kita gunakan dll.

Mengambil contoh kasus di atas, akibat tujuannya di awal tidak didefinisikan secara jelas. Ada yang tidak sinkron antara eksekusi kuis, dengan tujuan awalnya. Coba disimak lagi tujuan akhirnya adalah meningkatkan partisipan sebuah lomba membuat aplikasi. Ini berartii kan audiensnya adalah para programmer dan geeky? Apakah mereka banyak di Twitter? Kenapa ngga engage ke forum komunitas IT?

Mekanisme Kuis

Mekanisme kuis biasanya dari brand sering kali maunya yang susah, “kan saya sudah kasih hadiah yang gede? Kalau bisa sekalian dikaitkan ke penjualan”. Padahal tujuan awalnya awareness. Walaupun juga tidak semua brand seperti ini. Ada yang sudah paham, bahwa tujuannya seharusnya fokus ke satu hal.

Prinsip paling mendasar ketika membuat mekanisme kuis, semakin susah maka semakin sedikit potensi peserta yang akan ikut. Semakin susah maka proporsi quiz hunter yang ikut akan semakin besar. Mengapa? Karena konsumen umum pada dasarnya malas untuk mengikuti sesuatu yang terlalu ribet. Saya pernah menanyakan ini ketika Focus Group Discussion (FGD), kuis yang hadiahnya kecil tidak apa-apa asalkan ngga susah. Itu lebih menarik buat audiens.

Kedua quiz hunter, biasanya akan lebih niat misalnya mengedit foto yang bagus, mengumpulkan voting dll. Karena mereka menjadikan ini sebagai profesi untuk menghasilkan uang. Hadiah yang mereka peroleh kalau bentuknya barang, akan mereka jual lagi.

Hadiah yang relevan

Untuk menghindari quiz hunter, dan memperbesar kemungkinan benar-benar konsumen yang ditargetkan yang akan tertarik ikut adalah memberikan hadiah yang memang relevan HANYA ke konsumen yang kita tuju. Misalnya dalam kasus di atas, karena hadiahnya gadget maka semua quiz hunter akan suka. Karena mereka bisa jual lagi. Mengapa mereka tidak memberikan hadiah misalnya pelatihan? Atau sertifikasi?

Di Upnormals Pingfans klien kita Sweety jualan popok bayi, ini sangat menarik. Mereka tahu targetnya adalah ibu-ibu. Hadiah yang mereka kasih adalah liontin emas, atau stroller ketika membuat kuis di social media. Tentu saja ibu-ibu tertarik, karena ini kan sesuatu yang memang mereka butuhkan.

Punya tips lain? Atau mau berbagi pengalaman? Yuk ditunggu

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Operating Officer (COO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini