FinTech Fest

Pembelajaran Menarik Saat Ikut Fintech Festival

Tanggal 30 Agustus kemarin, saya sangat beruntung bisa datang ke Financial Technology (Fintech) Festival di ICE BSD. Karena saya cuma bisa datang dalam waktu yang singkat, hanya bisa ikut di sesi yang membahas Digital Currency dan Know Your Customers (NYC). Saya tidak menyangka acara ini itu pesertanya sangat  banyak, dan topik yang dibicarakan sangat menarik, karena mungkin baru bagi saya, dan terkait ke hal-hal yang sifatnya makro.

Berikut beberapa hal yang saya tangkap dari dua sesi singkat yang saya sempat hadir di dalamnya:

Fintech Tidak Lintas Batas

Berbeda dengan perusahaan digital lainnya semisal di industri transportasi, media, social media dll. Fintech terbilang agak unik karena tidak lintas batas. Mengapa? Karena kebijakan moneter tiap negara berbeda-beda, ini yang menyebabkan di Fintech tidak bisa begitu saja masuk dari negara lain. Di sisi lain, sisi baiknya peluang terbuka lebar untuk pemain lokal, karena merekalah yang tahu pasar di negara tersebut, dan juga paham akan peraturan terkait ini di negaranya.

Baca Juga: Hambatan Terbesar Fintech di Indonesia

Digital Currency Masih Jauh di Indonesia

Indonesia ternyata transaksi melalui uang tunai masih mendominasi 99%. Pengguna kartu kredit sangat kecil, dan masih banyak sekali konsumen yang belum punya akun di bank. Ini menjadi salah satu tantangan terbesar di Fintech, sekaligus menjadi peluang besar, bagaimana melakukan disrupsi dan menjangkau lapisan masyarakat yang belum dijangkau oleh bank.

Dalam diskusi tentang digital currency, satu hal yang bisa dilakukan untuk membuat transaksi digital meningkat adalah dengan membuat pulsa HP bisa digunakan untuk  berbelanja produk yang lebih luas. Karena selama ini konsumen Indonesia dari semua lapisan sudah terbiasa dengan isi pulsa.

Baca Juga: Mengapa Fintech akan Menjadi Tren Berikutnya di Indonesia

Rencana Jangka Panjang GoPay

Perbincangan menarik pengalaman Nadim (Founder GoJek), ternyata pertumbuhan GoPay sebagai e-money sangat cepat, karena adanya gimmick promo. Konsumen Indonesia ternyata sangat sensitif terhadap promo. Dan setelah mereka terbiasa dengan kenyamanan via GoPay tingkat loyalitas, dan pembelian ulangnya sangat tinggi.

GoPay diklaim oleh Nadim sebagai platform yang bisa lintas hampir semua bank di Indonesia, dan ke depan GoPay ini akan dikembangkan menjadi platform Fintech bukan sekedar sebagai alat pembayaran tetapi juga melakukan beberapa fungsi bank misalnya memberikan kredit usaha dll. Karena GoPay punya peran strategis mengedukasi pengemudi ojek yang mungkin sebelumnya tidak terbiasa berhubungan dengan bank.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Operating Officer (COO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini