fresh grad

Strategi Personal Branding Digital Untuk Mahasiswa & Fresh Graduate

Ini mungkin tips satu juta dolar, karena saya melihat banyak sekali fresh graduate yang kebingungan mencari pekerjaan, sementara ada beberapa kaum “elit” fresh graduate (freshgrad) yang bahkan sudah bekerja sebelum lulus, atau ketika lulus sudah dapat banyak tawaran di mana-mana.

Pertanyaan paling sederhana yang selalu terngiang di pikiran para freshgrad adalah apa yang mau saya jual ke perusahaan? Saya kan baru lulus? Belum punya pengalaman? Oleh karena itu sebaiknya Anda harus sadar personal branding sejak masih menjadi mahasiswa. Karena harus dipikirkan apa yang membedakan Anda dibandingkan dengan ratusan ribu lulusan lainnya.

Ini beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menjadi seorang freshgrad yang “laku” di pasaran, bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga ketika mau membangun bisnis, karena sekarang banyak sekali yang tak lagi bermimpi jadi pekerja, tapi pengusaha.

Komunikasikan Kompetensi di Social Media

Pertanyaannya sering kali muncul adalah, saya kan baru lulus lalu punya keahlian apa? Keahlian itu kan bisa dipelajari, dan diasah sebelum bekerja kan? Dengan ikut organisasi, belajar otodidak dari Youtube atau dari blog dll.

Sering kali freshgrad bahkan tidak tahu, bahwa kompetensinya itu unik. Contoh sederhana, Anda jago fotografi, bisa membuat foto di Instagram yang sangat bagus. Maka komunikasikan itu, konsisten posting fotonya di Instagram. Kalau misalnya kompetensinya adalah menulis, maka tulislah blog. Cantumkan blog ini ke CV. Pekerjaan saya pertama setelah lulus di Maverick, sebuah konsultan komunikasi, saya direkrut karena mereka tertarik saya bisa menulis, dan mereka membaca blog saya. Padahal saya bukan lulusan komunikasi.

Kompetensi juga bukan hanya yang sifatnya hard skill tapi juga soft skill, misalnya aktif di kegiatan kampus selama kuliah ini harusnya bisa dikomunikasikan.

Optimasi LinkedIn atau Social Media Portofolio Showcase

LinkedIn adalah social media untuk profesional dari berbagai profesi. Ini adalah CV Anda versi online. Jadi bikinlah akun LinkedIn, dan paling penting bagian “summary” ini adalah tempat Anda jualan. Buatlah deskripsi yang akan membuat orang terkesima, pikirkan hal unik yang membedakan Anda dengan yang lain. Misalnya lulusan akuntansi, bisa bikin jurnal dan audit itu sudah biasa, tapi mungkin akan menarik misalnya Anda bikin seperti ini “Graduate from accounting with skill on audit, with another talent as a singer, an accountant with a taste of art” Ini jelas akan membuat yang membaca resume ini akan tertarik dengan Anda.

Kalau di bidang yang spesifik misalnya Anda lulusan desain, publikasikan karya Anda di Behance itu juga penting. Selain untuk memajang portofolio, bisa berdiskusi dan mendapatkan ide lain dari para senior yang ada di sana.

Cari Mentor di Internet

Kompetensi itu harus diasah, dan dipromosikan oleh orang lain. Karena personal branding itu lebih ke Public Relations (PR) bukan iklan. Artinya orang akan percaya kalau yang bilang orang lain, bukan diri kita sendiri. Jadi penting sekali mempunyai mentor yang akan memberikan jalan tol, dan memperkenalkan Anda ke industri atau area yang diminati.

Mentor sangat mudah dicari di internet. Anda hanya butuh mengenalkan diri via social media seperti Twitter, Facebook atau Instagram. Atau juga menghubungi mereka via kontak yang ada di blog, atau email dll.

Berjejaring di Komunitas yang Sesuai

Apabila Anda ingin membangun personal branding, maka yang perlu dilakukan juga adalah bergabung di komunitas yang tepat. Mau jadi pengusaha start up, ya gabung ke grup atau Facebook Page pengusaha start up. Anda yang bercita-cita ingin kerja di Non Governmental Organisation (NGO) bergabunglah ke komunitas NGO. Karena disanalah bisa belajar dari pengalaman yang lain, dan juga sering kali berkesempatan berkolaborasi untuk menambah pengalaman dan portofolio.

Jadi berjejaring harus dimulai sejak kuliah, jangan sudah lulus baru berjejaring, sudah terlambat. Kalau belum tahu minatnya di mana, coba saja berbagai komunitas yang beda-beda maka nanti akan bisa melihat mana sepertinya yang paling pas. Lalu fokus di sana, jadi ketika sudah lulus tidak bingung lagi, dan personal brandingnya sudah matang.

Saya punya contoh menarik, saya kenal seorang pengurus Akademi Berbagi Malang, namanya Diestra Perdanadia sejak semester awal tahu tujuannya mau jadi financial planner. Tiap libur semester dia sibuk magang di berbagai perusahaan, dia sangat dekat dengan Sandiaga Uno, ya tidak salah Sandiaga Uno yang calon gubernur. Bagaimana caranya seorang mahasiswa dari Malang, bisa berkenalan dengan Sandiaga Uno? Ternyata sederhana dia sering menyapa dan komen di Twitter Sandiaga Uno, lalu magang di kantornya juga. Ini kan momen yang langka.

Screenshot (589)

Bukan hanya itu, dari foto-fotonya di Facebook menunjukkan dia sedang bertemu dengan para ahli di bidang keuangan. Jadi dia bukan hanya dikenal di kalangan industri, tapi juga teman-temannya pun mengenal dia sebagai ahli finansial

Ketika ini semua sudah dilakukan 99% setelah lulus dijamin tidak akan nganggur, karena ibaratnya sudah membangun aset yang sangat banyak, dan personal brandingnya sangat kuat. Orang sudah tahu sebagai fresh graduate apa kompetensi yang dimiliki.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Operating Officer (COO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini

Load More
Something is wrong. Response takes too long or there is JS error. Press Ctrl+Shift+J or Cmd+Shift+J on a Mac.