donation

3 Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Organisasi Nirlaba

Organisasi nirlaba seperti halnya produk lainnya, harus memikirkan komunikasi pemasaran agar dikenal publik, dan mendapat dukungan. Hal yang membedakan organisasi nirlaba dibanding perusahaan adalah organisasi nirlaba tidak berorientasi mencari keuntungan. Tujuannya bisa sangat beragam misalnya mengubah persepsi masyarakat, mencari donasi, melakukan pemberdayaan, atau mungkin menggerakkan masyarakat melakukan sebuah tindakan.

Untuk menuju ke sana tentunya juga diperlukan sebuah strategi, karena saat ini organisasi nirlaba juga sangat banyak dan beragam. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi nirlaba untuk bisa menarik perhatian audiens. Satu lagi tantangan di organisasi nirlaba, anggaran untuk pemasaran sangat terbatas, kalau tidak mau dibilang tidak ada sama sekali walaupun ini hal yang penting.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Positioning yang jelas dan mudah diingat oleh audiens akan menjadi kunci keberhasilan komunikasi pemasaran termasuk di digital

Sebuah organisasi harus membuat positioning yang jelas, agar mudah diingat oleh audiensnya. Setelah punya positioning yang jelas, maka hal ini harus dikomunikasikan dengan konsisten. Apa satu kalimat pendek yang menggambarkan organisasi Anda? Dan juga keunikan dari organisasi ini?

Hal ini harus dikomunikasikan terus menerus, di digital misalnya ini kemudian terwujud dalam hashtag khusus yang dimiliki, misalnya Indorelawan yang visinya adalah mengajak orang orang mau menyumbangkan waktu dan tenaga sebagai relawan punya hashtag khusus #JadiRelawan, atau Kopernik dengan hashtag #IDWomenEnergy
Situs web menjadi penting untuk membangun kredibilitas ke semua pemangku kepentingan.

Organisasi nirlaba punya banyak sekali pemangku kepentingan mulai dari pendonor, calon pendonor, media, masyarakat yang ingin jadi target pemberdayaan, masyarakat umum, anggota, calon anggota dll. Oleh karena itu keberadaan situs web sifatnya vital. Situs web tidak perlu sering diupdate, karena akan membutuhkan sumberdaya yang lumayan, di tengah anggaran yang terbatas. Minimal situs web hadir, dan berisi berbagai informasi mendasar yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan, misalnya kapan berdiri, visi dan misi organisasi, susunan kepengurusan, apa saja yang sudah dilakukan dan akan dilakukan, liputan media, dan hal yang juga penting, kontak bila ada yang ingin menghubungi untuk berbagai alasan.

Situs web menjadi penting karena semua pemangku kepentingan yang baru mengetahui organisasi Anda, pasti akan mencari di mesin pencari seperti Google dan Bing, siapakah Anda? Apa yang dilakukan? Bagaimana kredibilitasnya dll.

Hadir di media sosial untuk lebih dikenal publik, dan menjadi sarana untuk menjadi viral dengan story telling yang kuat, dan meminta audiens untuk membantu menyebarkan informasi

Organisasi Anda harus hadir di media social karena ini adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk dikenal oleh publik. Publik tahu isu apa yang menjadi perhatian organisasi Anda. Orang tahu apa yang bisa dibantu dan dibutuhkan oleh organisasi Anda.

Publik akan dengan senang hati membantu, apabila Anda membuat konten di media sosial dengan story telling yang kuat, menyentuh hati mereka, atau memberikan informasi yang bermanfaat, atau sesuatu yang sifatnya lucu dan menghibur. Dan satu lagi agar informasinya menyebar dengan cepat, minta bantuan mereka untuk ikut membantu menyebar. Call to action (CTA) yang jelas menjadi sangat vital, misalnya tulis di akhir kalimat “Bantu share kalo kamu peduli”, “Tunjukkan dukunganmu dengan share”, “Tag teman-teman kamu yang sependapat di kolom komen”.

Dengan strategi ini, maka Anda akan bisa menjangkau audiens yang lebih luas, dan relevan tanpa mengeluarkan banyak sumberdaya. Karena Anda mempunyai banyak sekali “pemasar” yang dengan senang hati ikut membantu menyebarkan informasi.

Kolaborasi dengan berbagai platform digital dan selebritis digital untuk menjangkau lebih luas

Digital adalah tentang kolaborasi, kita bisa saling melengkapi dengan kelebihan dan keahlian masing-masing untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Saat ini ada berbagai platform digital yang bisa membantu memberikan solusi bagi organisasi nirlaba, misalnya ada kitabisa.com untuk mengumpulkan dana dari pendonor. Sebuat market place di mana pendonor dan organisasi nirlaba bisa bertemu. Ini bisa dimanfaatkan kalau Anda membutuhkan fundraising.

Atau bila Anda membutuhkan relawan, Anda bisa berkolaborasi dengan Indorelawan.org, karena ini adalah platform yang akan mempertemukan orang yang mau menyumbangkan waktu dan tenaganya ke organisasi nirlaba.
Di sisi lain, Anda bisa berkolaborasi dengan selebritis online untuk lebih memperkenalkan organisasi Anda, dan juga visi misi organisasi. Saya yakin ketika mereka didekati secara personal, dan mereka sevisi dengan organisasi Anda, maka mereka akan mau membantu secara sukarela dan tanpa dibayar.

Anda bisa memberikan reward yang sifatnya emosional kepada mereka misalnya sebagai Duta Organisasi. Saya pernah mengumpulkan beberapa selebriti digital ternama untuk membantu mempromosikan sebuah acara sosial, kami hanya mengundang mereka makan malam, lalu menjelaskan visi misi dari acaranya, dan meminta kerelaan dan kesediaan mereka untuk membantu, dan responnya sangat positif. Mereka mau membantu mempromosikan acara itu via media social tanpa meminta bayaran seperser pun, padahal saya tahu sekali tarif mereka biasanya sangat mahal untuk mengendorse brand atau sebuah acara.

Bagaimana menurut Anda, setuju dengan ini? Ada yang terlewatkan? Yuk berbagi pengalaman kamu, ditunggu ya di kolom komen

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini