Success hitting target aim goal achievement concept background -

Tips Menentukan Key Performance Indicator (KPI) Digital

Saya mendengarkan banyak sekali pertanyaan dan kegelisahan dari para praktisi tentang digital, terutama kaitannya dengan KPI. Bagaimana cara menentukannya? Apa yang akan diukur? Apa cukup dengan jumlah fans atau followers? Dan yang sering terjadi, yang diukur hanya jumlah fans, atau follower di media sosial atau trafik di situs web. Padahal bisa jadi metriks itu tidak ada hubungannya, dengan tujuan awal menggunakan media digital.

Baca Juga: 6 Curhat Para Pengelola Brand Terkait Digital Marketing

Lalu apa saja yang mesti dilakukan sebelum menentukan KPI?

Pahami dulu apa tujuan awal menggunakan digital, maka KPI harus didasarkan pada ini

Ketika Anda tahu mengapa menggunakan digital, maka akan sangat mudah menentukan KPI digital. Tujuan bisnis atau pun organisasi masuk ke digital pasti sangat beragam, mulai dari awareness, edukasi, membangun interaksi, layanan konsumen, membangun loyalitas, atau pun mau menghasilkan penjualan.

Baca Juga:Apa Itu WWW.HM? Di Buku WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Kalau sudah tahu tujuannya apa, maka ketika akan menentukan KPI, baca ulang lagi tujuannya apa, dan mulai berpikirnya dari sana.

Pikirkan metriks apa yang sejalur dengan tujuan bisnis 

Tahap berikutnya, tinjau kanal digital mana saja yang digunakan? Media sosial? aplikasi? situs web? e-mail marketing? Dari kanal yang digunakan baru ditelaah, metriks yang bisa diukur apa saja? Mana yang sejalan dengan tujuan? Misalnya kanal yang digunakan  e-mail marketing, lalu tujuannya, penjualan di landing page yang sudah disiapkan, maka yang harus dijadikan KPI adalah berapa jumlah transaksi yang dihasilkan. Atau berapa jumlah total pendapatan dari kanal ini.

Jangan sampai tujuannya menghasilkan penjualan, lalu yang diukur, jumlah pengunjung yang dihasilkan dari e-mail marketing. Ini berarti hanya bicara sampai tahap engagement? Bukankah begitu?

Tentukan tools apa yang harus digunakan untuk mengukur metriks tersebut

Ketika metriks yang mau diukur sudah diketahui, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menentukan tools apa yang bisa menghasilkan data yang dibutuhkan.  Fokus pada data yang dicari, kalau pun tools yang dibutuhkan harus berbayar, jangan ragu dieksekusi, agar bisa melakukan evaluasi, apakah sudah memenuhi target KPI, atau belum.

Hanya laporkan data yang memang dibutuhkan, lalu tarik kesimpulan apa pembelajaran dari sana

Ketika diakhir periode akan membuat laporan,  fokuslah pada data dan metriks yang ditentukan di awal. Sering kali saya melihat, banyak yang tergoda menyajikan banyak data dan informasi yang sebenarnya tidak dibutuhkan, hanya karena data itu tersedia dari tools-tools gratisan. Data yang tidak perlu, justru membuat bias, dan terlupa dengan metriks yang mau kita ukur. Hal terpenting adalah, mengetahui kita mencapai target KPI, atau tidak. Lalu apa pembelajaran dari sana, yang bisa digunakan untuk kegiatan selanjutnya.

Apakah Anda sudah melakukan ini? Ayo diskusi dan berbagi pengalaman di sini.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini