digital-objective

Tujuan Bisnis Dasar Yang Harus Dipahami Praktisi Digital

Selama ini, saya meliha, ada jarak dan miskomunikasi yang terjadi, antara bisnis dan praktisi digital. Salah satunya adalah, praktisi digital belum mempunyai pemahaman yang jelas, tentang tujuan bisnis. Ini yangmenyebabkan terjadinya frustasi antara manajemen dan tim digital. Dampak lainnya, terjadi ketidaksesuaian antara Key Performance Indicator (KPI) antara tujuan bisnis dan metriks di digital.

Baca Juga: Tips Menentukan Key Performance Indicator (KPI) Digital

Oleh karena itu saya akan membahas beberapa tujuan bisnis dasar yang dikejar oleh manajemen dan bisnis.

Awareness, tak kenal maka tak beli….

Tahap pertama dari siklus sebuah produk adalah orang mengenal produknya. Kalau produknya baru, atau awareness rendah walaupun sudah ada sejak lama, ya penjualan tidak terjadi. Oleh karena itu,  sangat krusial produk dikenal di segmen pasar yang tepat. Kalau dikenal tapi di segmen yang salah percuma. Konsumennya ingin membeli, tapi ngga mampu, atau karena produknya dianggap bukan kelasnya atau “alay”, mereka tidak akan mau membeli.

Maka dari itu, di tahapan ini fungsi digital adalah bagaimana memperkenalkan produk. Fokus pada titik-titik di mana calon konsumen biasanya berkumpul di digital? Misalnya, apakah konsumen akan lebih banyak mencari via search engine? Maka perlu investasi di Search Engine Marketing dan Website yang mumpuni sebagai tujuan. Atau produknya sifatnya impulsif, maka perlu banyak pasang iklan di social media, banner, atau iklan video di Youtube dll karena itu adalah perilaku keseharian audiens di digital.

Baca Juga: 6 Curhat Para Pengelola Brand Terkait Digital Marketing

Education, hal ini sering kali dibutuhkan sampai konsumen yakin untuk beli

Tahap berikutnya setelah kenal, konsumen pun masih ragu untuk beli. Udah kenal sih produknya, tapi belum yakin… Ini bener bagus ngga? Ini akan ada efek samping? Bagaimana komentar yang sudah pake produk ini? Cara pemakaiannya bagaimana? Secara logika Anda bisa membayangkan kan? Tentu kanal digital yang akan dipergunakan akan berbeda dengan tahap sebelumnya.

Ketika fase ini mungkin diperlukan testimonial dari konsumen lain, perlu endorse beberapa selebritis online, perlu adanya paid article di berbagai media. Anda perlu investasi video di Youtube tentang cara penggunaan dll. Dari sini saja sudah terlihat perbedaannya. Misal sama-sama video, untuk awareness dan fase edukasi, konten dan pendekatan videonya sudah berbeda, walau produknya sama.

Sales, saatnya digital harus menghasilkan pembelian

Ini pastinya ujung akhir dari setiap bisnis. Karena tanpa penjualan maka tidak akan ada keuntungan. Kalau tujuannya di digital adalah penjualan. Hal yang perlu dipikirkan pertama adalah, penjualan akan terjadi di online juga? Sebagai sebuah rangkaian, atau kah digital hanya sebagai atribusi untuk mendorong orang melakukan pembelian di offline.

Hal yang selama ini sering saya dengar curhatnya, digital diharapkan menghasilkan penjualan, dan penjualan dilakukan di offline, tetapi ketika membuat aktivitas digital tidak tahu metriks apa, atau indikator apa yang akan dijadikan patokan. Lalu apa indikatornya? Ya bisa banyak. Misalnya, di digital mengumpulkan database yang akan difollow up di offline, atau di digital mereka bisa unduh kupon untuk di bawa ke toko.

Kalau penjualan sebagai satu rangkaian di digital misalnya proses pembelian di ecommerce atau situs web pastinya akan lebih mudah, karena akan langsung terlihat hasilnya.

Loyalty, bagaimana membuat konsumen jadi loyal

Ini adalah bagian yang lebih canggih, dan biasanya perusahaan multinasional yang melakukan ini. Mengapa? Karena investasi untuk ini memang tidak murah. Perusahaan lebih banyak mengejar pertumbuhan dengan mengakuisisi konsumen baru dibandingkan menjaga loyalitas konsumen yang sudah dimiliki.

Padahal secara teori mengakuisisi konsumen baru biayanya lebih mahal, dibandingkan mempertahankan konsumen yang ada. Digital Customer Relationship Management (CRM) ini strateginya bisa dua hal, pertama adalah mendorong konsumen membeli lebih banyak, atau yang kedua mendorong konsumen membeli produk lain dari perusahaan yang sama.

Bentuk  program CRM di digital sangat beragam misalnya dengan membuat loyalty reward, membangun database untuk newsletter, sms blast dll.

Apakah Anda tertarik mengenai topik KPI dan Business Objective? Apabila banyak yang share artikel ini, saya akan lebih banyak detil membahas terkait tema ini, termasuk contoh metriks yang bisa diukur.

Baca Juga: Apa Itu WWW.HM? Di Buku “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini