market-place

2 Strategi Digital Utama Online Market Place

Beberapa hari yang lalu, saya dikasih tahu seorang teman kalau dia menemukan buku “The Startup Owner’s Manual” di Buka Lapak. Lalu saya baru terpikir ulang benar juga ya? Mengapa tidak mencari barang-barang langka ke situs e-commerce market place semacam Buka Lapak dan Tokopedia. Saya teringat,dulu mencari minyak ampuh atau minyak kelapa, maka penyelamatnya juga market place.

Market place yang berkonsep semua orang bisa dengan mudah membuka toko, adalah surga bagi yang mencari hal- “random item”. Lalu saya jadi terpikir untuk menulis, bagaimana seharusnya market place membangun Unique Selling Point (USP) dibanding kategori e-commerce lainnya, yang kemudian akan mereka komunikasikan ke publik. Sehingga menjadi top of mind ketika butuh.

Baca Juga: Analisis Singkat Harbolnas 2015

Market Place sebagai tempat beli barang dengan harga termurah

Strategi pertama adalah membuat market place menjadi tempat tujuan utama untuk mencari barang dengan harga paling murah. Karena yang jual banyak, maka yang dilihat dari konsumen adalah harga termurah. Konsumen dengan sangat mudah, membandingkan harga barang untuk produk yang sama dari berbagai penjual. Dan juga market place seharusnya mengedukasi, dan mengembangkan penjual-penjual di berbagai kota. Karena ongkos kirim bisa ditekan, apabila barang dikirim dari kota yang sama atau yang berdekatan.

Jadi dengan strategi ini maka ekspansi dalam artian jumlah penjual memang harus digenjot. Karena semakin banyak penjual yang menjual barang yang serupa, maka harganya pun akan semakin kompetitif, karena konsumen punya banyak pilihan, dan brand dari masing-masing penjual menjadi tidak penting. Konsumen loyal dengan brand market place-nya dan harga yang termurah. Walaupun risikonya adalah banyak sekali barang palsu, demi memberikan harga termurah. Tapi ini sepertinya bukan masalah, beberapa segmen konsumen tidak terlalu mementingkan kualitas, tapi lebih peduli soal harga, terutama kelas menengah ke bawah.

Market Place sebagai tempat jualan barang barang unik, dan berharap dari long tail

Saya tidak tahu apakah pengelola market place sudah banyak yang punya mindset semacam ini. Buku The Long Tail karya Chris Anderson sebenarnya memberikan ide besar, mengenai transformasi industri ritel. Intinya, semua produk ada pembelinya, besar atau pun kecil. Jumlah transaksi kecil-kecil yang jumlahnya bisa tak terhingga, kalau ditotal sebenarnya lebih besar dibandingkan, transaksi produk-produk yang populer. Lalu mengapa toko konvensional yang mempunyai toko fisik tak melakukan itu? Tempat yang terbatas!!! Kelebihan ecommerce dibandingkan toko konvensional adalah, mereka mempunyai ruang yang tanpa batas, dengan biaya yang hampir nol.

Oleh karena itu market place punya peluang paling besar di sini, seharusnya yang dikomunikasikan bukan hanya sekedar jumlah penjual saja berapa banyak, tapi juga berapa banyak ragam barang yang dijual. Semakin banyak ragam barang yang dijual, maka long tail akan makin panjang. Tim market place seharusnya berpikir untuk menciptakan kategori baru produk yang bisa mereka jual via online.

Produk-produk yang sebelumnya belum dijual via online, atau bahkan menciptakan kebutuhan produk baru yang bisa dijual di online. Karena semua pasti akan ada peminatnya. Berbanding terbalik dengan produk populer yang dibahas sebelumnya, yang akan dikerubungi banyak penjual dan harga akan jatuh. Maka penjual produk minat khusus bisa menjual dengan harga yang premium, karena tidak banyak pesaing.

Misalnya market place merangkum para penjual yang sifatnya produk hobi seperti perangko, mata uang kuno, hewan piaraan, buku-buku langka dll. Selain merangkul komunitas penjual, maka mereka juga merangkul komunitas pembelinya. Sehingga akan terbentuk komunitas kecil, dan transaksi yang rutin dari berbagai niche market. Promosinya bisa dilakukan dengan gerilya, ke komunitas-komunitas itu.

Baca Juga: 4 Reasons Why Indonesian Are “Social” Online Shoppers

Komunitas hobi sangat beragam dan banyak, mereka kecil-kecil tapi sangat loyal, kalau ini bisa ditangkap peluangnya maka akan menjadi potensi long tail yang sangat signifikan.

Baca Juga: 6 Hal Yang Harus Diperhatikan Bila Ingin Membangun Portal Ecommerce Bagi Brand

Bagaimana menurut Anda?

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Penulis Buku Best Seller “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”

Unduh e-book GRATIS di sini