screenshot_4

6 Pelajaran Penting Dibalik Sukses Video Campaign Valentine Enchanteur

Bulan Februari lalu, untuk menyambut Valentine, Enchanteur membuat video untuk meningkatkan awareness, dan engagement ke target marketnya.Ini salah satu contoh campaign yang sangat bagus dalam membangun engagement ke audiens, di tengah musim Valentine, di mana banyak sekali brand yang gencar membuat campaign.

Baca juga:Tujuan Online Video dalam Kerangka Pemasaran Digital

Berikut adalah screen shot video pertama, beserta statistiknya.

Enchanteur

Dan ini adalah screen shot hasil video yang kedua:

Enchanteur

Apa indikator kesuksesan campaign ini? Pertama jumlah shares video secara organik di Facebook yang sangat tinggi, yaitu diangka 530 lebih shares untuk masing-masing video (karena videonya terbagi menjadi dua bagian). Mengapa shares dijadikan indikator yang penting? Karena shares tidak bisa dibeli menggunakan ads, dan audiens yang share video berarti sangat suka dengan videonya, dan akan meningkatkan organic reach, yang saat ini semakin kecil di Facebook. Kedua, engagement (likes, comments, shares) dari videonya juga sangat tinggi. Video pertama engagementnya 114.000, dibandingkan total jumlah views 262.000.

Ini berarti engagement ratenya 42,7%. Ini sangat bagus, apa dasarnya?Misal kita bandingkan dengan video campaign Durex Indonesiadi Facebook “More Time for Love”, dengan total 963.000 views, dan engagement 24.000. Jadi kalau dipersentase, maka engagement rate-nya 2,5%.

Untuk menonton video lengkapnya, sila menonton versi di Youtube yang langsung play di sini

Video Pertama:

Berikut video kedua:

Lalu dari campaign video ini, apa pelajaran paling penting untuk memahami sebuah kampanye video yang sukses dan menjadi viral? Ini beberapa catatan saya mengenai video ini:

Pemahaman insight yang mendalam tentang Fears & Dreams audiens

Enchanteur benar-benar memahami audiensnya, dan memahami ketakutan serta impian dari konsumennya. Ini faktor yang sangat krusial, agar sebuah campaign di digital menuai kesuksesan.

Dengan target audiens profil Enchanteur, apalagi yang ada dalam benak mereka selain kapan dipastiin, kapan dinikahin? Namun mereka ini adalah tipikal yang konservatif, hanya akan memberikan kode dan menanti. Karena cara berpikirnya adalah perempuan itu hanya menunggu ngga boleh agresif.

Dan itu beberapa contoh screen shot komentar dari audiens yang membagikan video kedua di Facebooknya. “Kode” adalah mantranya, begitu banyak sekali #kode disebar di Facebook, karena kita bukalah bangsa yang ekspresif. Ketika video ini hadir, mereka termehek-mehek karena mewakili perasaan sanubari terdalam.

Media yang tepat untuk mempublikasikan video

Sebuah konten yang bagus akan menjadi viral, bukan hanya bergantung pada kualitas kontennya, tapi juga medium yang tepat untuk menyebarkan pesan tersebut. Ketika itu diputuskan menggunakan Facebook dibandingkan Youtube sebagai medium utama untuk kampanye ini, sesederhana audiens Enchanteur terbesar ada di Facebook. Dan berdasarkan berbagai riset mengatakan, engagement video di Facebook lebih besar dibandingkan Youtube.

Videonya menjadi viral karena kontekstual, ngikut tren vlogging pasangan

Alasan lain video ini menjadi viral adalah riding the wave apa yang sedang tren. Karena salah satu resep untuk menjadi viral, dan word of mouth adalah riding the wave hal yang sedang menjadi tren. Vlogging sedang menjadi trend di Indonesia, banyak sekali pasangan vlogger yang terkenal karena video konten mereka yang sederhana, tetapi menjadi bagian dari #RelationshipGoals dari generasi milenial.

Penempatan brand yang softselling, membuat konsumen tidak segan buat menyebarkan

Ini komponen yang sangat penting. Karena ketika penempatan brand terlalu hardcore, maka konsumen merasa ini terlalu iklan banget, dan mereka tidak akan mau share videonya. Karena video itu akan membuat kotor timeline mereka.

Konsumen dengan senang hati menyebarkan video brand, pertama asal menghibur, dan kedua tentunya tidak hardselling.

Eksekusi video yang tepat secara durasi, dan naskah cerita yang tidak membosankan

Video dengan konsep yang sebagus apa pun, misal insightnya sangat mendalam tapi ketika eksekusinya datar maka tetap saja akan gagal. Durasi video haruslah tepat, jangan banyak adegan yang tidak perlu yang akan membuat orang bosan.

Penulisan naskah juga harus menarik, bikin audiens terhanyut dan penasaran bagaimana ujungnya. Akhir cerita yang tak mudah ditebak, penuh kejutan akan menjadi bumbu yang pas untuk video yang akan menjadi viral.

Pemasangan ads yang tepat sasaran dan strategik

Video ini mungkin akan dianggap terlalu menye-menye bagi tipe perempuan yang independen, seperti semboyan Fun Fearless Female ala Majalah Cosmopolitan. Oleh karena itu memasang targeting ads yang sangat detil, dan pas memang akan sangat membantu membuat video ini meledak.

Karena bagaimanapun best practice video brand yang menjadi viral, tidak ada yang murni organik. Tetap diperlukan iklan walaupun jumlahnya tidak besar, sebagai pemantik. Dan dalam kasus ini, karena terbagi menjadi dua bagian, maka harus dipastikan menggunakan retargeting ads. Sehingga orang yang menonton video yang pertama, akan menjadi target iklan untuk video lanjutannya.

Itu beberapa catatan penting ketika kami membuat campaign Enchanteur kemarin. Ada yang punya pengalaman serupa? Atau mau menambahkan poin-poin penting lainnya untuk membuuat campaign video yang sukses? Feel free, saya tunggu ya.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATIS di sini