start-up-digital

Tantangan Bisnis Start Up Digital di Indonesia

Beberapa bulan terakhir, sayabanyak terlibat dalam dunia bisnis start up digital di Indonesia. Berawal menjadi konsultan dari sebuah start up digital yang dibuat oleh seorang teman, bernama Okupo. Akhirnya saya banyak terlibat dalam berbagai inkubator bisnis start up digital ternama di Indonesia. Saya pun akhirnya tertarik membaca buku tentang bisnis start up di era transformasi digital ini.

Baca juga:5 Buku Yang Direkomendasikan Untuk Memahami Transformasi & Disrupsi Digital

Setelah interaksi cukup intens dengan berbagai praktisi start up, dan beberapa inkubator start up digital, saya melihat benang merah beberapa tantangan start up digital di Indonesia:

Kurang melakukan riset

Hal pertama yang saya lihat adalah, banyak yang lupa untuk melakukan pekerjaan paling mendasar sebelum membangun bisnis start up. RISET!!! Riset ini kan terkait banyak hal, mulai dari apa yang dibutuhkan oleh konsumen, apakah konsumen mau membayar untuk produk atau layanan ini? Bagaimana dengan kompetitornya? Langsung maupun tidak langsung.

Sering kali ketika saya tanyakan ini ke mereka, mereka seperti blank, tidak tahu. Menurut saya, ini akan membuat visi ke depannya juga tidak tajam, bagaimana perusahaannya akan berkembang, kalau mereka tidak paham ekosistem tempat di mana bisnis start up ini tumbuh. Semua trial & error yang dilakukan, tidak ada dasarnya, dan akan lebih banyak error yang dilakukan, sementara dunia digital pun perkembangannya sangat cepat.

Hanya fokus pada pengembangan produk, bukan memberikan solusi ke konsumen

Saya bertemu dengan beberapa founder atau pengelola bisnis start up digital, yang terjadi adalah mereka sibuk memikirkan produknya harus dikembangkan seperti apa, fitur apa yang harus ditambahkan dll, tetapi itu berdasarkan visi dan kondisi ideal menurut founder.

Di sisi lain, ngga pernah tahu sebenarnya konsumen butuhnya apa? Apakah fitur itu memberikan solusi buat konsumen atau tidak? Padahal ketika bicara bisnis, hal paling dasar adalah Anda membuat sesuatu yang merupakan solusi yang dibutuhkan, dan konsumen mau membayar untuk itu.

Belum memikirkan model bisnis

Ini juga yang sering kali saya lihat, ketika produk dihasilkan tidak dipikirkan nanti model bisnisnya akan seperti apa? Mesin penghasil uangnya apa? Karena sebuah bisnis start up digital, bukan hanya tentang produk, tapi bagaimana menghasilkan uang dari situ. Beda dengan bisnis konvensional, bisnis modelnya seringkali sudah ada, tinggl mengkopi yang sudah ada.

Di bisnis start up digital, maka seorang founder harus berpikir model bisnisnya apa saja? Apa peluang yang bisa dilakukan? Dan bahkan perlu melakukan riset dan eksperimen untuk ini. Ini menjadi tantangan yang paling sulit menurut saya.

Belum memanfaatkan data secara maksimal

Bisnis start up digital seharusnya punya data yang sangat lengkap, dan sangat bisa terukur. Tapi sering kali saya bertemu, mereka tidak memanfaatkan data tersebut secara optimal untuk dianalisis dan dievaluasi. Padahal data-data ini adalah harta karun yang sangat berharga, untuk menjadi panduan dalam pengambil keputusan.

Misalnya untuk mengetahui growth engine berikutnya, agar bisnisnya terus mengalami pertumbuhan, apa yang harus digenjot.

Apakah ada para pelaku bisnis start up, atau berbagai pihak yang berkecimpung di dunia ini ingin menambahkan?

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATIS di sini