growth

Growth Hacking Buku WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Saya baru sajaselesai membaca buku”Growth Hacker Marketing” karya Ryan Holiday. Buku ini intinya memberikan pesan yang kuat, cara kita membuat strategi pemasaran di era digital, tidak perlu lagi dengan cara-cara grande pemasaran konvensional.Lalu saya jadi teringat, sebenarnya sebelum mengenali konsep Growth Hacking, ketika meluncurkan buku “WWW.HM Defining Your Digital Strategy”, Upnormals Pingfans sudah menerapkan beberapa prinsip tersebut.

cover-buku

Karena buku ini menjadi best seller di beberapa toko buku Gramedia di Jakarta dan sold out di beberapa kota, dan sampai sekarang masih banyak yang mencari. Padahal buku ini diterbitkan sendiri, dengan tim yang sama sekali tidak paham seluk beluk dunia perbukuan. Dan tidak ada budget pemasaran sama sekali.

Lalu kalau ditengok ke belakang, faktor apa saja yang membuat buku ini begitu cepat diterima pasar, dan disambut positif?

Konten yang relevan dan kontekstual penuh visual

Ketika pertama kali ditugaskan untuk menulis buku, sebagai bagian dari branding Upnormals Pingfans. Saya berpikir tema apa yang kira-kira akan laku. Lalu terpikir menulis buku yang membahas, berbagai topik tentang digital marketing secara terintegrasi dan komprehensif. Mengapa tema ini? Karena pada saat itu, belum ada buku yang membahas soal ini di Indonesia.

Pemahaman audiens masih sangat sumir, terpecah hanya memahami satu, atau beberapa topik saja kaitannya dengan digital marketing. Buku ini menjadi booming, dan menarik karena membahas semua topik tersebut, dan memberikan kerangka berpikir yang mudah dipahami.

Selain itu faktor lain yang menjadi pembeda, dan disukai konsumen adalah, buku ini kontekstual dengan generasi kekinian yang malas membaca teks, ada banyak sekali visual yang menarik dan berwarna.

Strategi harga yang terjangkau

Karena tujuan buku ini adalah untuk branding, maka buku ini tidak boleh dijual dengan harga yang mahal. Orang ketika tertarik, tidak akan pikir panjang untuk membeli. Buku ini ketika dijual di toko buku, dipatok diharga 70.000, sangat murah bila dibandingkan buku sejenis dengan penuh gambar berwarna maka harganya dan tebal yang sama diatas 100.000.

Desain sampul adalah kunci, dan diuji coba via social media

Desain sampul yang menarik menjadi fokus utama saya di buku ini. Mengapa? “Because people judge the book by its cover”. Apalagi saya ini penulis pendatang baru, yang tidak dikenal sama sekali. Saya melakukan riset dulu di toko buku, rak rak buku pemasaran itu desainnya seperti apa. Desain sampul buku saya harus beda, dan mencuri perhatian.

Saya merevisi lebih dari 3 kali, dengan desain alternatif lebih dari 9 kali. Saya bahkan meminta masukan dari audiens di Facebook, untuk memilih dan memberikan komentar kandidat desain sampul. Karena ini bagian dari Public Relations (PR). Orang akan menanti buku saya hadir di pasaran.

Free Satu Bab di Slide Share

Ketika buku ini pertama kali diluncurkan, saya sengaja memberikan 1 bab buku ini bisa dibaca dan diunduh gratis di Slide share. Bisa dicek di sini. Satu bab yang dibagikan gratis ini, diharapkan menarik minat dari calon konsumen yang relevan untuk kemudian membeli versi cetaknya. Dan sepertinya dampaknya positif, karena jumlah trafik ke halaman ini cukup besar, dan komentar audiens antusias mengenai buku ini.

Walaupun setelah buku versi cetaknya ludes terjual, versi e-book dikasih secara gratis di slide share. Karena ternyata masih banyak sekali yang berminat, dan ingin membaca konten buku ini. Bahkan hingga kini versi e-book, sudah dua kali lipat pengunjungnya dibandingkan jumlah buku yang dicetak.

Mengirimkan buku ke influencers yang relevan

Ketika buku ini diluncurkan, buku ini sengaja dikirimkan ke orang-orang yang punya pengaruh besar ke komunitasnya, dan dipilih komunitas yang relevan. Dua komunitas terbesar yang relevan adalah pemasar, dan praktisi digital dan media sosial. Karena diharapkan dari mereka ini akan terjadi Word of Mouth.

Integrasi dengan training dan road show

Saya sudah meniti karir sebagai pembicara dan trainer sejak sekitar tahun 2010. Maka di setiap training, konsep utama dari buku tidak lupa diselipkan, dan juga di profil di belakang. Upnormals Pingfans juga melakukan road show ke kampus-kampus yang punya jurusan yang relevan, misalnya di jurusan komunikasi atau manajemen.

Membangun hubungan baik dengan penggemar

Setelah buku ini diluncurkan, beberapa pembaca menghubungi via Facebook. Saya berusaha melayani, dan merespon dengan antusias. Karena mereka ini akan menjadi evangelist buku saya, dan akan bercerita ke mana-mana. Dari Facebook, ke Instagram, blog, sampai dengan grup di messenger. Saya menanyakan komentar mereka tentang buku, dan juga masukannya untuk buku berikutnya.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATIS di sini