ar

Mengapa Augmented Reality (AR) Akan Makin Populer di 2018?

Saya memprediksi AR akan semakin populer sebagai alat pemasaran di industri digital di tahun 2018. Beberapa klien yang dipegang Upnormals Pingfans, bersiap menggelar aktivasi AR di 2018. Kemarin bertemu dengan salah satu vendor gim AR, juga dapat bocoran ada beberapa brand besar yang juga akan meluncurkan aktivasi AR berbasis gim. Lalu apa sebabnya ini menjadi makin marak? Dan harus diantisipasi oleh pemasar?

Pokemon Go yang fenomenal, membangun awareness dan edukasi serunya AR

Tak dapat dipungkiri, AR sebagai aktivasi pemasaran khususnya dalam konteks Indonesia, sangat dipengaruhi oleh kehadiran gim Pokemon Go yang sempat sangat fenomenal, membuat hampir semua orang dari berbagai kelas sosial dan umur memainkan gim ini.

Pemberitaan mengenai Pokemon Go juga tidak kalah serunya. Ketika gim ini populer, hampir setiap hari ada berita mengenai gim ini, karena keingintahuan audiens terhadapa gim ini juga terbilang sangat tinggi. Saat itu banyak sekali merek yang berusaha berinteraksi hingga menaikkan penjualan, dengan memanfaatkan demam Pokemon Go

Baca Juga:Apa Saja Peluang Brand Memanfaatkan Tren Pokemon Go?

Efek Choki-Choki dan Boiboboy yang sukses secara interaksi dan pejualan

Choki-choki menjadi inspirasi hampir semua produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG), ketika membuat aktivasi pemasaran terkait AR. Karena kampanye choki-choki bukan hanya sukses menjadi buah bibir, tapi juga sukses meningkatkan penjualan. Anak-anak kecanduan main gimnya, dan mereka rela membeli lagi dan lagi untuk mendapatkan kartu yang berbeda.

Ponsel pintar makin menjamur, AR makin mendapat tempat

Teknologi AR itu hanya bisa dimainkan di ponsel pintar, dan tentunya dengan spesifikasi yang mumpuni. Saat ini, dan ke depan hal ini bukan masalah lagi. Karena berdasarkan data terbaru WeAreSocial di Januari 2017 saja, sudah 47% pengguna internet Indonesia menggunakan ponsel pintar. Tahun 2018, prediksi emarketer di Indonesia akan ada 100 juta ponsel pintar.

Vendor AR semakin banyak, inovasi akan makin beragam harga makin menurun

Vendor pengembang AR saat ini juga sudah semakin banyak. Saya iseng googling kata kunci ini, dan banyak nama perusahaan penyedia AR yang muncul. Survei dari Jakpat, juga menyebutkan beberapa nama vendor paling tidak ada 6 nama yang disebut antara lain: mindstore, digital happiness, omnivr, octagon studio, shinta vr dll.

2018 menjadi persaingan ARCore Vs ARKit

Medio 2017, Apple mengeluarkan ARKit, lalu disusul Google meluncurkan ARCore. Dengan platform ini, para pengembang aplikasi bisa membuat konten aplikasi AR, di mana pengalaman pengguna akan lebih sederhana prosesnya dan lebih menyenangkan. Mengapa? Karena AR bisa dijalankan tanpa medium tambahan.

Engadget menyebut ARCore akan lebih canggih dibandingkan ARKit Apple. Saat ini Google juga sudah mengedukasi para pengembang aplikasi android untuk membuat konten di atas platform ini. Jadi jangan heran kalau tahun depan, akan semakin banyak konten berbasis AR. Penjelasan mengenai ARCore, dan potensinya untuk pemasaran masa depan bisa dibaca di engadget. Lalu mau tahu contoh aplikasi ARCore di sini.

Baca Juga:5 Hal Mendasar Yang Perlu Dipahami Tentang Chatbot

Bagaimana menurut Anda? Sudah pernah menggunakan AR? Apakah produk Anda juga berencana memanfaatkan AR di 2018?

 

Chief Executive Officer (CEO)Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdi sini