ar-1

Hal Yang Harus Diperhatikan Aktivasi Pemasaran Via Augmented Reality (AR)

Saya melihat di 2018, akan banyak produk yang menggunakan AR sebagai bagian dari aktivasi pemasaran. Ketika banyak produk memanfaatkan AR, maka sisi positifnya makin banyak yang melakukan edukasi terkait ini. Jadi kita tidak perlu lagi mengedukasi cara penggunaannya dll. Di sisi lain, AR tidak lagi memberikan efek kejut yang dibicarakan konsumen, terutama ketika yang dilakukan biasa saja.

Baca Juga:Mengapa Augmented Reality (AR) Akan Makin Populer di 2018?

Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Anda yang ingin menggunakan AR sebagai alat pemasaran. Karena sepertinya tren ini disebabkan kesuksesan baik dari aspek viral, dan peningkatan penjualan dari aktivasi AR Choki-Choki.

Berikut analisa saya apa yang perlu diperhatikan ketika bicara AR. Kesimpulan ini didapatkan berdasarkan hasil diskusi, dan analisis dengan beberapa brand yang telah memanfaatkan AR, bertemu dengan vendor AR, dan riset di internet.

Mantapkan tujuan, dan fokus ke tujuan dalam mengeksekusi aktivasi AR

AR sebenarnya punya banyak sekali aspek yang bisa dieksplorasi. Oleh karena itu sangat tergantung pada apa tujuan Anda memanfaatkan AR. Apakah tujuan utamanya interaksi dengan konsumen, edukasi, atau terkait dengan peningkatan penjualan.

Ketika sudah tahu tujuannya apa, misal peningkatan penjualan. Ini berarti perlu dipikirkan, bagaimana setiap proses yang dilakukan, membuat konsumen ingin membeli lagi dan lagi. Ini penting sekali, karena sepengalaman saya ikut berdiskusi soal AR, kita kehilangan fokus di tengah jalan ketika bicara konten dll. Lari dari tujuan awal pembuatan AR itu sendiri, fungsinya akan ke mana.

Konten yang interaktif dan berjenjang adalah kunci

AR sebenarnya mirip video animasi, lalu apa bedanya dengan video yang bisa di dalam Youtube misalnya? Tentu saja yang membedakan konten ini harus interaktif, karena ini yang akan membedakan dengan konten video biasa.

Dan bila ingin meningkatkan penjualan sebagai tujuan akhir dari AR, maka perlu dipikirkan konten berjenjang, atau ada beragam variasi sehingga konsumen penasaran mau membeli produknya, untuk bisa memainkannya atau melihat konten versi yang lain.

Oleh karena itu peranan konten sangat penting. Konten yang dibuat harus relevan, dan dibutuhkan oleh konsumen. Biasanya yang dipilih adalah gim. Kalau bentuknya gim, maka membeli lisensi tokoh yang sudah terkenal, pastinya akan mempercepat penerimaan konsumen ke AR-nya. Kalau tokohnya belum terkenal, maka perlu investasi lebih, untuk memperkenalkan tokohnya.

Contoh ide lain sebenarnya bisa juga tidak harus gim. Tapi konten yang memang dibutuhkan oleh audiens, misalnya tips rahasia jadi selebgram versi selebgram ternama dibikin berbagai versi dll.

Investasi dipromosi yang terintegrasi

Konten AR yang bagus tak akan bisa berjalan sendirian, sebagus apapun konten AR, kalau tidak dipromosikan dengan baik, maka berujung kegagalan. Saya menyimpulkan ini, berdasarkan evaluasi bertemu dengan beberapa pemasar yang memanfaatkan AR, dan juga hasil diskusi bersama vendor AR.

Choki-choki meledak dengan AR, karena didukung dengan iklan di tv, dan saya juga melihat beberapa influencer pun digaet untuk mempromosikan ini. Intinya adalah komunikasi yang terintegrasi, kalau perlu manfaatkan promosi di toko, radio dll. Mengapa? Produksi konten AR pun sudah cukup mahal, jadi sangat sayang kalau hanya untuk coba-coba, dukungan promosinya sangat terbatas.

Konsumen harus diedukasi bagaimana cara menggunakannya

Ini sering kali terlupakan, selain sibuk mempromosikan gim dan konten AR. Hal yang wajib dilakukan diedukasi bagaimana cara memainkannya. Mulai dari aplikasi apa yang harus diunduh, bagaimana memindai dll. Karena tidak semua konsumen itu sudah cukup pintar memahami AR.

Ini contoh yang bagus, bagaimana produknya membuat video bagaimana memainkan gimnya:

Aspek teknis perlu diperhatikan, makin berat kontennya peminat makin sepi

Ketika membuat konten AR perlu diperhatikan juga untuk menjaga konten tidak terlalu berat. File yang terlalu berat, akan memakan banyak memori. Kedua akan membutuhkan lebih banyak kuota internet. Anda perlu memahami dua hal ini bisa jadi akan menghilangkan selera konsumen untuk memainkan AR yang dibuat.

Reward yang menarik tak harus bersifat material, tetapi juga emosional

Reward ini juga salah satu hal yang penting. Ini menjadi salah satu motivasi konsumen mau mencoba AR yang dibuat. Reward seringkali hanya terkait hadiah apa yang kita kasih. Padahal reward bisa juga bersifat emosional. Misalnya saja, reward yang membuat mereka akan lebih canggih dan keren ketika bisa mengumpulkan semua kartu AR. Lalu akan kita tampilkan di media sosial, atau diprofilkan dalam sebuah artikel berbayar di media online.

Reward emosional bisa juga dalam bentuk fear of missing out (FOMO), karena itu lagi tren dan dibicarakan semua orang. Jadi topik utama di sekolah maka semua akan terseret untuk memainkannya. Ini terjadi di choki-choki, dan yang palig dahsyat adalah di gim Pokemon Go.

Edisi spesial dan langka , akan menciptakan viral dan meningkatkan penjualan

Konsumen digital saat ini haus akan pengalaman, dan letupan sensasi. Oleh karena itu bikinlah edisi khusus yang kontennya langka dan susah diakses. Atau hanya bisa didapatkan di kanal distribusi tertentu, atau di kota tertentu, atau jumlahnya sangat jarang. Sehingga orang yang mendapatkan seperti memperoleh social currency yang layak dibanggakan dan dibagikan ke orang lain visa media sosial.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO)Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdi sini