valuation

Valuasi Nilai Uang dari ROI Blog/Situs Web

Saya cukup kaget ketika saya menulis tentang Return On Investment (ROI) blog ini, ternyata yang membaca sangat banyak. Lalu terpikir untuk membuat tulisan ini. Mengapa? Karena sejak Juli 2016, saya bereksperimen untuk menghitungvaluasi blog ini.

Fitur ini sebenarnya sudah lama ada di Google Analytics, tapi dugaan saya, sangat jarang di Indonesia yang melakukan kuantifikasi, dan menghitung sebenarnya seberapa besar valuasi nilai blog atau situs webnya. Padahal saya yakin banyak yang mungkin tertarik, dan merasa perlu data ini.

Bagi saya pribadi, valuasi ini penting untuk memvalidasi, ketika saya sudah mengeluarkan sekian juta rupiah untuk membuat, lalu membayar biaya pemeliharaan blog ini. Berapa sebenarnya yang sudah saya dapatkan? ROI blog ini bagus atau tidak? Ini pertanyaan sederhana saya dibalik, keinginan saya untuk mencoba memahami valuasinya.

blog-roi-3

Dari sini bisa dilihat berapa nilai valuasi blog kalau dikonversi ke dollar, 6,998 US Dollar. Sepanjang blog ini dibuat. Jadi kalau saya mau menghitung ROI-nya akan lebih jelas kan? Karena saya bukan cuma berbicara secara kualitatif, saya langsung bisa menyebut berapa kali lipat ROI-nya dibandingkan dengan jumlah uang yang sudah saya investasikan untuk ini.

blog-roi

Ini adalah dashboard pembagian per sumber trafik ke blog, jadi saya bisa mengetahui ternyata yang paling banyak menghasilkan ROI itu adalah yang datang langsung. Ini asumsi saya, selain pembaca loyal, juga dari link yang saya bagikan di berbagai grup WhatsApp dll. Oleh karena itu saya jadi tahu ke depannya, harus fokus ke sini, karena membawa ROI paling tinggi, jauh melampaui yang lain.

Lalu bagaimana langkah memulainya? Persoalan memasukkan angka ke dalam fitur Goal di Google Analytics, IMHO, lebih mudah dibandingkan menentukan apa yang mau diukur? Harus mulai dari mana? dll. Benar atau tidak?

Oleh karena itu untuk mempermudah, berdasarkan pengalaman saya pribadi. Saya membaginya menjadi 3 bagian langkah yang harus dilakukan:

Tentukan tujuan situs webnya ini untuk apa, tujuan menentukan arah dan GOAL di Analytics

Ketika Anda membuat situs web, atau blog pasti punya tujuan kan di awal? Apa yang ingin dicapai dari sini? Ini jadi titik tolak penting. Karena metriks apa yang akan kita ukur, tentu tidak bisa lari dari tujuan awal. Misalnya tujuan blog ini sebagai personal branding, untuk meningkatkan kredibilitas sebagai trainer, dan mengakuisisi klien di Upnormals Pingfans.

Oleh karena itu, semua metriks dan indikator yang akan dibuat di GOAL Google Analytics, berdasarkan pertimbangan tujuan itu.

Definisikan metriks dan indikator yang akan diukur di analytics

Ini langkah selanjutnya, ketika sudah tahu tujuannya mau apa. Contoh dengan tujuan di atas, saya memutuskan ada 3 hal yang jadi metriks dan indikator. Orang tertarik membaca konten di blog ini (page views), didefinisikan mereka bukan hanya buka satu halaman saja. Lalu karena fokus utama adalah jualan jasa mulai dari pelatihan hingga jasa agensi digital, maka orang perlu membaca halaman profil (Goal Personal Branding).

Ini indikator yang penting, karena logikanya kalau pengunjung ingin tahu siapa saya. Bagaimana sepak terjang dan kredibilitas di industri, maka akan menaikkan kredibilitas dan brand equity. Itu sebabnya ini saya masukkan juga sebagai indikator yang akan punya valuasi. Ketiga adalah halaman “Contact Us” (Goal Interest with Me) ini paling penting, karena ketika mereka akan melakukan bisnis dengan saya, maka mereka pasti akan mengontak via blog.

Bagi saya ini adalah consumer journey yang sudah saya petakan, lalu dirumuskan dan dijadikan metriks yang akan diukur.

blog-roi-2

Itu contoh screen shot, metriks yang saya ukur dari blog saya. Google Analytics bisa menampung hingga 20 metriks yang Anda akan ukur. Jadi sudah terbayangkah, apa saja yang dianggap penting? Apa yang perlu diukur?

Menentukan valuasi uang dari tiap metriks

Hal terakhir yang tak kalah krusial adalah, mau dikasih harga berapa tiap GOAL ini? Dan tentu saja perlu diingat tiap GOAL nilainya tidak sama. Saya memberikan bobot terbesar ke metriks orang yang membuka halaman Contact Me. Mengapa? Kalau mereka masuk ke halaman ini, saya yakin 90%, akan menghasilkan bisnis.

blog-roi-1

Sementara yang terkecil adalah, metriks page views. Saya misalnya mematok, mereka yang membaca minimal 4 halaman, baru punya nilai bagi saya. Mengapa? Mereka ini secara tak langsung fans loyal, mereka mungkin tidak akan menghasilkan bisnis di jangka pendek. Tapi siapa yang tahu di masa depan? Dan jangan lupakan juga, potensi mereka merekomendasikan blog ini dibaca orang lain, atau merekomendasikan saya ke seseorang yang sedang mencari ahli digital.

Apakah ada yang sudah menggunakan fitur ini juga? Yuk berbagi pengalamannya? Apa yang diukur? Berapa nilainya saat ini? Sepertinya saya perlu juga belajar biar lebih mempertajam.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdisini

Load More
Something is wrong. Response takes too long or there is JS error. Press Ctrl+Shift+J or Cmd+Shift+J on a Mac.