gofest

5 Pelajaran dari GoFood Festival

gofest-6

Selama satu bulan penuh Go-Jek mengadakan Gofood Festival, bagi saya kegiatan ini sangat menarik. Saya dua kali berkunjung ke acara ini, untuk mendalami dan mengamati lebih detil apa saja yang bisa dipelajari dari kegiatan aktivasi yang dilakukan oleh Go-Jek.

Karena saya sangat paham, acara ini bukan sekedar festival kuliner biasa, tujuan besarnya adalah mengedukasi konsumen tentang QRCode Payment System yang akan segera diluncurkan, namun masih menunggu ijin dari Bank Indonesia (BI).

 

Edukasi produk baru dengan cara yang menyenangkan, dan menghibur

Keberhasilan sebuah produk baru, tidak hanya bisa digantungkan pada bombardir awareness, tapi juga edukasi yang kuat, dan konsisten. Ini yang sering kali dilupakan oleh pemasar. Go-Jek bersiap dengan produk barunya QRCode Payment, sebenarnya saya sudah mengendus dari sisi merchant, saya sudah melihat banyak sekali pedagang makanan pinggir jalan yang sudah punya QRCode GoPay.

Saya lalu menebak, ini pasti sebentar lagi akan diluncurkan, dari sisi aplikasi sendiri. Kalau Anda menyadari sejak akhir 2017 update aplikasinya juga sudah ada fitur scan QRCode. Lalu berikutnya yang penting kan membangun awareness, dan edukasi ke konsumen bagaimana cara menggunakannya.

Dan mereka ternyata membuat GoFood Festival. Ini cara yang sangat keren, untuk memperkenalkan sesuatu yang masih asing. Teknologi QRCode sudah hadir cukup lama, saya pernah melihat di Grand Indonesia, scan QRCode untuk informasi diskon, lalu di Kompas cetak pun memasang QRCode, beberapa brand juga pernah melakukan kampanye pemasaran menggunakan QRCode. Tapi apa yang terjadi? Sambutannya sepi sepi saja. Kenapa? Karena konsumen tidak pernah diedukasi, bagaimana cara penggunaannya?

Lalu Go-Jek sadar betul, mereka sebelum melakukan bombardir secara luas penggunaan QRCode, mereka membuat sebuah experiential festival, yang paling mudah dipenetrasi pastinya kuliner. Karena sedang tren di milenial. Dan semua pembayaran harus menggunakan QRCode. Konsumen akhirnya jadi belajar bagaimana prosesnya.

Apabila Anda penasaran, berikut langkah-langkahnya>

Langkah 1

 

 

gofest-5

Langkah 2

gofest-7

Langkah 3

gofest-1

 

Semua berbasis data, dalam pengambilan keputusan dan optimalisasi

Sekarang memang eranya big data, pengambilan keputusan bisnis didasarkan pada data yang sudah dimiliki, baik yang dikumpulkan oleh internal atau pun eksternal. Kalau Anda jeli menyimak e-flyer GoFood Festival. Mereka menuliskan akan ada 30 merchant best seller di Go-Food.

Ini berarti mereka melihat berdasarkan data yang mereka punya, mana saja yang potensial untuk dibawa. Dan kedua, tentunya potensial untuk menarik massa untuk datang ke acara ini. Karena selain nama besar Go-Food, konsumen akan tertarik karena tenant yang akan hadir di acara ini.

Baca Juga: 6 Hal Tentang Big Data & Data Privasi Yang Harus Dipahami

Festival yang Instagrammable, akan menarik pengunjung dan sekaligus publikasi gratis

Go-Jek sangat paham karakteristik milenial. Festival ini bukan hanya menghadirkan tenant kuliner ternama, tapi juga suasana yang instagrammable. Suasana festival sangat terasa di sini. Mereka sengaja menciptakan ikon yang besar dan menarik perhatian publik untuk berfoto, dan tak lupa ada brandingnya. Bukankah ini impian semua brand? Menjadi viral di media sosial?

gofest

Lalu saya penasaran, dengan pengalaman yang sebegini instagrammable. Berapa banyak pengunjung yang sukarela mengunggah fotonya di festival ini? Angkanya menurut saya lumayan banyak. Sila nilai sendiri dari screen shoot hashtag berikut:

gofest-8

 

Government Relation yang terjalin sangat baik

Sebagai perusahaan rintisan digital, yang sering kali masuk wilayah abu-abu, dan tak kalah sering jadi kontroversi. Go-Jek sangat lihai menjalin hubungan dengan pemerintah, sekali lagi terbukti acara ini dibuka oleh Sandiaga Uno, dan tentu saja selain bagus untuk menjaga eksistensi bisnis.

Kehadiran jajaran petinggi pemerintahan di festival ini, menghasilkan publikasi yang sangat baik. Dan membuat orang-orang akan makin penasaran untuk hadir, ujungnya makin banyak konsumen yang menjadi “agen” edukator QRCode GoPay.

gofest-9

Beritanya di detik “Hadiri Go Food Festival, Sandiaga Cicipi Makanan hingga Dipijat”

 

Festival ini sekaligus sebuah integrasi memperkenalkan berbagai layanan Go-Jek

GoFood Festival bukan hanya memboyong merchant kuliner, tapi mereka juga memboyong berbagai layanan Go-Jek. Ini menjadi sebuah pemikiran yang sangat terintegrasi, untuk membangun brand Go-Jek secara keseluruhan. Salah satu yang dibawa adalah Go-Massage. Lalu dilokasi yang membersihkan lokasi, ketika konsumen selesai makan adalah Go-Clean.

Jadi konsumen disuguhi pengalaman secara langsung, mereka yang belum pernah mencoba layanan itu, bisa melihat dan mencoba langsung. Atau mencobanya nanti, misalnya terkait Go-Clean. Karena selama ini semua layanan ini hanya diketahui via online.

Apakah kemarin hadir juga ke acara ini? Bagaimana pengalaman Anda?

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdisini

Load More
Something is wrong. Response takes too long or there is JS error. Press Ctrl+Shift+J or Cmd+Shift+J on a Mac.