mobile-apps

Kapan Saatnya Membuat Mobile Apps?

Ketika sedang mengisi seminar & training, atau konsultasi ke beberapa perusahaan rintisan/ startup digital. Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah, apakah saya harus bikin mobile apps? Ini pertanyaan yang sangat menarik. Saya kemudian menganalisa, dan terpikir membuat tulisan ini Tujuannya untuk memudahkan pengambilan keputusan, apakah sudah saatnya membuat mobile apps atau belum. Karena ini bukan tentang Anda punya dana untuk membuat, tapi apakah mobile apps relevan atau dibutuhkan oleh konsumen?

Apabila konsumen Anda kelas menengah atas dan sudah melek teknologi

Mobile apps relevan bagi konsumen kelas menengah atas, dan mereka yang masuk dalam kategori innovator dan early adopter. Bahasa mudahnya mereka yang sudah sangat melek dengan teknologi. Mengapa? Pertama kelas menengah atas Indonesia lah, yang punya spesifikasi gawai mumpuni untuk mengkoleksi banyak aplikasi di gawainya. Kalau spesifikasi gawainya rendah, yang ada malah ngehang, karena memorinya tidak cukup. Kedua, segmen ini tidak sayang kuota, dan punya banyak akses ke wifi gratis (kantor, kafe, restoran, bandara). Ketiga, hanya relevan ke mereka yang melek teknologi, karena kalau targetnya yanggaptek (gagap teknologi). mereka bahkan tidak tahu bagaimana mengunduh aplikasi.

Segmen ini masih sangat besar jumlahnya di Indonesia. Mereka hanya tahu menjalankan aplikasi bawaan yang sudah otomatis diinstal di gawai yang dimiliki. Jadi kalau Anda membuat aplikasi, lalu tak ada edukasi yang cukup panjang, maka aplikasinya akan percuma.

Jasa yang ditawarkan, dibutuhkan oleh konsumensecara berkala

Aplikasi juga menjadi penting, ketika produk atau layanan yang ditawarkan sifatnya rutin, misalnya dibutuhkan seminggu sekali bahkan sehari bisa beberapa kali dalam sehari. Contoh yang sangat krusial punya aplikasi, ecommerce, media, layanan transportasi, jasa keuangan dll.

Apabila jasa kita, hanya bersifat sesekali atau bahkan cuma sekali seumur hidup, tidak terlalu krusial bagi konsumen untuk mengunduh, karena akan memakan memori, dan juga kuota. Ini bukan berarti tidak perlu sama sekali, tapi bukan prioritas untuk dibuat. Fokuskan sumber daya untuk membuat situs web yang bagus, dan mudah diakses terlebih dahulu, baru nanti dijembatani ke mobil apps ketika sudah memasuki fase tertentu.

Layanan Anda sudah memasuki fase konsumen yang loyal

Sambungan dari paragraf diatas, apabila layanannya tidak dibutuhkan secara rutin. Konsumen bisa jadi membutuhkan aplikasinya, ketika mereka sudah menjadi pelanggan loyal. Konsumen akhirnya mau mengunduh karena sudah punya ikatan batin yang kuat dengan brand Anda. Di sisi lain aplikasi ini bisa mendorong cross selling, menjual produk atau jasa layanan lain yang dimiliki perusahaan.

Apakah ada faktor lain yang tertinggal? Yuk share

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdisini

Load More
Something is wrong. Response takes too long or there is JS error. Press Ctrl+Shift+J or Cmd+Shift+J on a Mac.