haters

5 Tips Menghadapi Haters di Digital yang Tidak Merusak Personal Branding

Saya yakin generasi sekarang sebagian besar terobsesi menjadi influencer di media sosial entah itu di Youtube, Instagram, Blog dll. Tetapi apakah mereka juga sudah siap dengan serangan para haters? Ketika nama makin menanjak, maka haters juga akan berbanding lurus.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengelola ini? Karena salah langkah dalam menangani situasi ini, bisa menjadi petaka, misalnya efeknya jadi meluas, antipati dari masyarakat, atau makin banyak yang coba-coba dan iseng untuk memancing kemarahan.

Tips 1, jangan menjawab saat sedang emosi, tinggalkan sejenak atau bahkan tutup sementara

Komentator netizen seringkali memang sangat kejam, apabila ini terjadi secara masif, dan komentar di digital kehilangan 70% dari konteksnya karena tidak ada ekspresi tubuh, intonasi suara dll. Sehingga kita bisa jadi mispersepsi.

Dalam keadaan emosi, sebaiknya jangan menjawab. Karena kita cenderung akan membalas dengan tidak kalah agresif, yang justru menyulut komentar yang lebih tajam. Dalam keadaan semacam ini sebaiknya tinggalkan, beri waktu diri sendiri untuk menenangkan pikiran.

Tips 2, ketika sudah tenang jawab dengan tenang dan sopan. Api siramlah dengan air…

Terdengar too good to be true, tapi coba lihat bagaimana begitu santun dan santainya Yuni Sara menjawab komentar sinis follower di Instagram. Ini justru akan memupus potensi konflik dan emosi yang meledak-ledak.

screenshot-yuni-shara

Tips 3, belajar mempunyai empati yang mendalam, dan memahami haters

Ketika saya menghadapi orang yang sangat ngotot, sering kali yang saya lakukan justru mencari tahu informasi siapa sebenarnya dia? Belajar memahami latar belakangnya, membuat marah mereda, dan juga saya berempati. Ujungnya apa? Tidak jadi marah, empati adalah salah satu keahlian di era digital, yang memang masih sangat langka.

Baca Juga:8 Kecerdasan Digital Yang Harus Dimiliki, Apa Saja?

Tips 4, tuntun agar mereka menghargai perbedaan pendapat, bahwa itu sah saja dan tak perlu ngotot paling benar

Kemampuan kita untuk berpikir terbuka, dan menghargai pendapat yang berbeda adalah salah satu kunci untuk bisa memahami, dan memupus potensi konflik dan perang berikutnya. Kita mesti sama-sama mengedukasi, berbeda itu biasa aja lho, tidak harus dipaksakan sama, dan tak perlu agresif. Buktikan bahwa bisa lho mengemukakan pendapat yang asertif.

Tips 5, berkomentar dengan humor sering kali menyelamatkan di kala situasi membara

Beberapa orang memang dianugerahi selera humor tingkat tinggi. Ini bisa dijadikan salah satu solusi untuk menghadapi haters. Humor bisa menyampaikan berbagai pesan dengan sangat aman, dan diterima dengan baik mulai dari kritik, sindiran dll. Dan yang paling penting, jawaban yang jenaka tidak akan memperpanjang konflik.

Apa tipsmu untuk menghadapi para haters?

 

Tuhu Nugraha

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdisini

Load More
Something is wrong. Response takes too long or there is JS error. Press Ctrl+Shift+J or Cmd+Shift+J on a Mac.