social-media-engagement

8 Tips Meningkatkan Engagement dan Follower Instagram Secara Organik

Beberapa bulan ke belakang, saya fokus riset dan eksperimen meningkatkan jumlah engagement dan followers secara organik. Riset diawali dengan mencari informasi dan tips di internet, mengumpulkan berbagai tips, lalu mencoba dan bereksperimen berdasarkan referensi, plus intuisi.

Beberapa hal lain yang perlu dipahami, jumlah follower saya di Instagram memang tidak signifikan dibandingkan dengan para Selebgram, karena beberapa hal. Pertama fokus utama saya di Instagram bukan untuk mengejar follower, dan menjadi endorser. Kedua, audiens terbesar saya saat ini bukan di Instagram. Tapi sebagai ahli di bidang digital, saya harus terus mencoba, dan bereksperimen untuk mendapatkan insight langsung, atas apa sebenarnya yang terjadi. Ketiga, saya tidak banyak menggunakan iklan, dan juga menggunakan cara cepat misalnya membeli akun robot, atau menggunakan tools.

Lalu apa saja temuan menariknya? Berikut kesimpulan, beberapa hal menarik yang ditemukan:

Pertama, Konsistensi frekuensi unggah konten dan juga tema visual berpengaruh

Beberapa referensi yang dibaca mengatakan hal ini sangat berpengaruh, lalu mencoba bereksperimen dan ternyata memang benar. Indikatornya? Tren interaksi makin tinggi, dan makin banyak follower baru tiap harinya. Variabel yang menentukan pastinya hashtag yang digunakan harus selalu konsisten, maka akan banyak follower baru yang memang interestnya sama, dan juga perlu diperhatikan frekuensi unggah konten misalnya konsisten setiap hari, atau setiap minggu.

Kedua, Instastory pengaruhnya besar terhadap peningkatan interaksi

Jujur saya jarang cek Instastory, dan unggah konten di sana. Karena sedang riset dan eksperimen, maka mulai rutin update konten di Instastory, dan terkejut ternyata jumlah interaksinya besar, dan konten yang diunggah bisa lebih beragam karena ada beragam fitur, terutama Augmented Reality (AR) yang bisa meningkatkan engagement. Ujungnya akan mendongkrak engagement secara keseluruhan, dan meningkatkan visibility organik, untuk keluar di hasil pencarian.

Ketiga, Waktu posting juga berpengaruh pada engagement, posting harus di saat trafik tinggi

Saya hampir tiap hari membuka analytics Instagram untuk memahami pola interaksi, jam berapa trafik tertinggi, lalu bereeksperimen mengunggah konten di jam ramai. Engagement ternyata memang langsung melesat, dibandingkan posting dikala jam sepi.

Keempat, Hashtag yang relevan jadi penyambung memperluas jangkauan ke audiens yang tepat

Saya sangat serius melakukan riset soal hashtag, mencari informasi hashtag yang relevan dan banyak yang menggunakannya. Karena berharap dengan hashtag ini akan ditemukan oleh audiens potensial yang tepat, setelah mencoba bereksperimen menggunakan hashtag tertentu secara konsisten, dan juga rutin meninggalkan jejak “love” dari konten yang ditemukan. Saya melihat ada perkembangan yang signifikan, penambahan follower secara organik.

Kelima, Call to action, adalah kunci untuk meningkatkan interaksi

Saya berusaha membuat konten yang ada call to action (CTA), dan CTA ini selalu ada di akhir konten agar audiens bisa langsung melakukan, dan ternyata efeknya lumayan besar ke peningkatan jumlah interaksi.

Berikut adalah contoh yang interaksinya paling tinggi, ketika ada CTA

 

screenshot-ig-2

Keenam, storytelling yang menarik akan mendorong interaksi yang lebih tinggi

Storytelling bisa dibangun dari visual yang bikin gatal untuk dikomen karena bagus, indah atau tidak biasa. Ini bisa juga dihasilkan dari teks pendukung ya menarik, dan membuat orang terhibur, mendapatkan informasi dan tips atau menyentuh.

Ini contoh yang baru saja dicoba minggu lalu, secara visual dan teks dibuat lebih menarik dan kinky.

screenshot-ig-3

Baca Juga:4 Instagram Feed Hotel di Indonesia Yang Bukan Cuma Keren Tapi Punya Story Telling Menarik

Ketujuh, Menjalin hubungan baik dengan pengguna lain, dan juga followers

Ini media sosial jadi memang kita harus menjalin hubungan yang sangat baik dengan orang lain. Kita perlu menjalin hubungan baik dengan para follower, dan mereka yang berpotensi jadi followers. Setiap hari saya rutin “love” konten-konten hasil pencarian hashtag tertentu, saya juga rutin “love” feed mereka yang berkunjung, dan berinteraksi di feed. Tujuannya agar terbangun hubungan emosional, dan loyal. Dengan begitu maka, konten kita akan sering terpapar di timeline dia, karena algoritma Instagram mencatat kita sering berinteraksi.

Kedelapan, Konten dengan visual yang kurang menarik ternyata engagement bisa tetap tinggi asal menunjukkan kredibilitas dan otoritas

Awal-awal agak ragu misalnya memasukkan di feed Instagram flyer ketika diundang seminar atau training dll. Ternyata setelah dicoba engagementnya justru bisa melesat sangat tinggi, walau visualnya sebenarnya kan tidak menarik. Setelah dianalisa dan dipikir, ini karena flyer seminar atau training secara visual mungkin tidak menarik dan hard selling versi saya. Tapi bagi audiens persepsinya, ini menunjukkan kredibilitas dan otoritas, tapi tentu saja konteks teksnya harus punya story telling yang kuat, dan feed isinya bukan hanya flyer, komposisinya tidak boleh terlalu banyak.

Apakah Anda punya tips lainnya yang mungkin bermanfaat? Mari yuk berbagi di komentar. Saya juga butuh masukan lainnya biar makin tinggi engagement di Instagram.

Baca Juga:10 Tips Strategi Meningkatkan Engagement Media Sosial

 

Tuhu Nugraha

Digital Strategy Expert & Trainer

Dosen Pasca Sarjana London School of Public Relations (LSPR) Jakarta

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdisini

Load More
Something is wrong. Response takes too long or there is JS error. Press Ctrl+Shift+J or Cmd+Shift+J on a Mac.