digital transformation

5 Tantangan Transformasi Digital di Indonesia

Digital dan digitalisasi sudah bergaung di dunia bisnis Indonesia cukup lama. Namun ada sesuatu yang baru, yang sedang tren, yang membuat semua pebisnis gelisah. Yang dikenal sebagai transformasi digital. Apa itu transformasi digital? Saya pernah menulisnya lebih dalam di sini.

Dan saya melihat banyak hal menarik kaitannya dengan reaksi dunia bisnis di Indonesia terhadap isu transformasi digital. Sepertinya banyak yang belum menyadari, bahwa topan besar tengah melanda, dan mereka tidak bisa menghindarinya, dan harus beradaptasi. Atau kategori kedua, tahu ada badai ini, tapi bingung harus mulai dari mana? Lalu apa saja tantangan dunia bisnis di Indonesia terkait transformasi digital?

Kesenjangan antargenerasi dan pola pikir

Para pebisnis Indonesia, terutama perusahaan yang sudah mapan, para pengambil keputusan didominasi oleh Generasi X, atau bahkan Generasi Baby Boomers. Ini menciptakan kesenjangan, karena mereka tidak ada di dalam gegap gempita perubahan ini.

Mereka biasanya lebih skeptis terhadap digitalisasi, karena bersentuhan dengan ini dalam kesehariannya. Berbeda dengan generasi Y, di mana internet sudah bagian dari kesehariannya. Padahal mereka ini adalah para pengambil keputusan, yang akan menentukan arah bisnis.

Baca Juga:Karakteristik Konsumen Generasi Digital

Pola pikir yang lama ini, bila tidak terbuka dengan cepatnya perubahan lanskap bisnis akan membuat perusahaan-perusahaan penguasa pasar, akan dikalahkan oleh perusahaan yang baru terbentuk, yang punya pendekatan dan pola pikir yang beda, yang lebih relevan dengan era digital.

Digital hanya dipahami dalam konteks kanal pemasaran dan komunikasi

Booming digital yang dipahami oleh pebisnis dan industri, hanya sekedar sebagai kanal promosi dan komunikasi. Perusahaan sudah merasa go digital, ketika mereka sudah punya situs web, akun media sosial, pasang iklan di digital dll.

Padahal dunia berubah dengan sangat cepat, digitalisasi mengubah banyak hal dalam bisnis. Mulai dari proses, business model, budaya perusahaan dll. Ini sepertinya belum menjadi topik yang populer. Walaupun saya sudah melihat geliat ini didengungkan di beberapa perusahaan, ketika mengisi sesi seminar atau training.

Saya cukup kaget ketika mendengar beberapa perusahaan yang mengaku sudah melakukan proses transformasi digital. Ini sebuah berita yang bagus, karena kalau mereka tidak beradaptasi maka akan bisa jatuh, walaupun saat ini adalah pemimpin pasar.

Perusahaan yang sudah menyadari unttuk melakukan transformasi digital, sebagian besar adalah perusahaan multinasional, yang dipaksa oleh kantor pusat untuk berubah. Walaupun saya sempat bertemu dengan perusahaan lokal cukup besar, yang sudah mencanangkan melakukan transformasi digital terutama di budaya perusahaan, tapi HR Directornya frustasi sepertinya prosesnya jalan di tempat.

Transformasi digital berarti melakukan perubahan yang fundamental, dan ini berarti berisiko tinggi

Saya pernah bertemu dengan petinggi sebuah perusahaan multinasional besar, yang menjadi pemimpin pasar dikategorinya. Dan terlihat sekali, timnya enggan untuk melakukan perubahan dan trasformasi, mengapa? Karena mereka takut ini akan mengkanibal bisnis yang sudah berjalan dengan sangat baik saat ini.

Perubahan ini arahnya belum pasti, dan berisiko, sehingga pilihan yang lebih nyaman adalah mempertahankan status quo. Untuk jangka pendek, sepertinya ini pilihan yang tak berisiko, tapi saya waktu itu mengingatkan kalau mereka tidak berubah maka akan karam. Walaupun perusahaannya sebesar apa pun. Karena ketika era digital, pesaing bisa datang dari industri lain, tumbuh pesat dan merebut pasar kita. Itu yang disebut sebagai disrupsi di digital.

Baca Juga:Mengapa CIMB Niaga Adalah Bank Yang Paling Responsif di Era Disrupsi Fintech?

Tantangan lainnya adalah, pengetahuan dan pemahaman yang terbatas

Tantangan lain terkait isu ini adalah, masih sangat sedikit topik ini diangkat. Sangat sedikit pemikiran-pemikiran, atau buku buku terkait ini, apalagi dalam bahasa Indonesia. Padahal pengetahuan ini sangat penting sebagai kompas, ke arah mana praktisi bisnis harus melangkah. Terutama perusahaan-perusahaan yang sudah mapan, menghadapi revolusi digital.

Langkanya para ahli yang memahami konsep dan punya pengalaman langsung terkait ini

Di Indonesia sepertinya masih bisa dihitung dengan jari, mereka yang punya keahlian di bidang ini. Karena untuk memahami ini, menurut saya diperlukan pemahaman mengenai konsep dan teori, dan juga pengalaman serta jam terbang mengelola bisnis, atau konsultasi bisnis.

Apalagi ini sesuatu yang sangat baru, dan kompleks. Di Indonesia sudah sangat banyak sekali yang paham tentang digital marketing dan turunannya misalnya advertising, Social Media, SEO, SEM, web strategy dll. Itu memang hal yang lebih mudah dipelajari, tetapi Transformasi Digital lebih kompleks, karena bicara tentang helicopter view bagaimana sebuah perusahaan berjalan, lalu beradaptasi.

Oleh karena itu saya mengambil kesempatan ini untuk kemudian mendalami, dan pivoting keahlian bukan hanya memahami tentang digital marketing, tetapi juga transformasi digital. Di mulai dengan membaca berbagai buku dan referensi terkait ini. Kedua, mengasah jam terbang untuk belajar langsung dari studi kasus. Itu sebabnya saya dengan senang hati membantu Okupo, sebuah fintech yang akan segera diluncurkan. Dan juga sudah mulai menjadi konsultan bagi beberapa start up. Ketiga, melakukan road show sesi training ke berbagai perusahaan untuk berbagi informasi terkait transformasi digital.

Melalui roadshow ini saya juga bisa memetakan, tantangan, kecemasan dan tahapan yang sudah dilalui dari berbagai perusahaan.

Ketiga hal itu dilakukan, karena untuk memahami dan menyelami transformasi digital maka saya harus paham ekosistemnya secara menyeluruh. Mulai dari perusahaan yang akan beradaptasi ke digital, dan start up digital yang berpotensi mendisrupsi bisnis yang sudah berjalan saat ini.

Bagaimana menurut Anda soal Transformasi Digital ini? Ada kah tantangan lain yang mungkin belum masuk?

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATIS di sini