digital-reinvention-1536x1536

4 Dimensi Digital Dalam Bisnis

Digital selama ini, hanya dilihat sebagai bagian dari kanal pemasaran dan komunikasi ke konsumen dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Hal ini tentu saja tidak salah, tapi perlu dipahami dalam bisnis, digital punya beberapa fungsi dan peranan penting yang seharusnya dipahami, sehingga kita akan tahu, akan menempatkan digital sebagai apa saja?

Digital sebagai kanal komunikasi pemasaran

Ini yang paling populer dan banyak dilakukan di Indonesia saat ini. Ketika Anda memasang iklan di social media, mempunyai situs web, melakukan optimalisasi SEO dan memasang iklan di search engine, membuat akun media sosial untuk berhubungan dengan konsumen.Ini semua adalah bicara tentang digital sebagai sebuah proses pemasaran dan komunikasi.

Digital sebagai produk utama dan jantung bisnis

Kedua adalah digital sebagai jantung dari bisnis yang kita lakukan. Misalnya perusahaan yang membuat aplikasi, membuat game online, software dll. Digital dalam hal ini adalah produk utama, yang dijual ke konsumennya.

Digital sebagai model bisnis untuk menghasilkan keuntungan

Dalam perspektif ini, maka digital digunakan sebagai platform yang memudahkan konsumen, dan juga membuat konsumen lebih nyaman memenuhi kebutuhannya. Misalnya aplikasi Go-Jek, memanfaatkan digita sebagai model bisnis untuk memudahkan konsumen memenuhi berbagai kebutuhan konsumen mulai dari trasportasi, mengirimkan barang, hingga membeli makanan.

Spotify membuat sebuah platform digital, untuk memudahkan konsumen menikmati musik di mana saja, dalam berbagai gawai yang dimiliki. Blibli, Tokopedia dan buka lapak membangun platform ecommerce memudahkan konsumen untuk berbelanja, tapi harus bepergian. Cukup dengan membuka gawainya, lalu bertransaksi.

Digital sebagai business enabler

Dalam hal ini digital, menjadi sebuah perantara yang memungkinkan sebuah pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih cepat, efisien, dll. Misalnya dengan digitalisasi data, maka data bisa dipusatkan dalam satu pusat data, yang bisa diakses semua orang yang berhak, dibuat berjenjang sesuai dengan otoritas yang dimiliki.

Dengan sistem digitalisasi, memungkinkan pertukaran informasi diinternal dengan lebih cepat, dan murah. Digital memungkinkan adanya e-learning, dan misalnya berbagi tacit knowledge yang dimiliki karyawan senior sehingga ketika mereka pensiun pengetahuan itu bisa diakses oleh karyawan-karyawan baru. Dan masih banyak hal lainnya.

Apakah setuju? Ada yang ingin ditambahkan?

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO) Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATIS di sini