Source: https://id.pinterest.com/imDanishAhmed/illustrations-flat-and-neat/?lp=true

Bagaimana Organisasi Memulai Transformasi Digital?

Saat initopik mengenai disrupsi digital, dan transformasi digital, mulai banyak dibicarakan. Banyak pakar seperti Rhenald Kasali menuliskan tentang topik ini, bahkan menulis buku tentang ini. Media-media pun mulai banyak mengangkat transformasi digital.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana memulainya? Harus dimulai dari divisi apa? Pertanyaan ini muncul dalam beberapa sesi inhouse training saya, seperti saat di Intraco Penta dan di Indosat.

Lalu apa yang bisa dilakukan? Berdasarkan apa yang saya dengar dari pengalaman di beberapa perusahaan, dan literatur yang saya baca terkait transformasi digital. Ada dua jalur utama yang bisa dilakukan sebuah organisasi besar, yang ibarat kapal sudah begitu besar dan tidak mudah melakukan transformasi digital, seperti curhatan CEO Bluebird di video ini.

Baca Juga:4 Jurus Market Leader Beradaptasi di Era Disrupsi Digital

Perubahan dari internal dengan sistem Agent of Change

Jalur pertama yang bisa dilakukan adalah membuat tim khusus di bawah CEO, yang terdiri dari seorang pemimpin transformasi digital, dan tim-tim pilihan yang memang punya visi, dan karakter agen perubahan digital. Tim ini yang kemudian menyusun rencana, dan lalu ditempelkan ke berbagai divisi yang ada di perusahaan.

Mengapa harus langsung di bawah CEO? Karena transformasi digital tidak bisa bottom up, tapi harus top down, karena akan meliputi berbagai aspek di perusahaan. Kedua, transformasi digital tidak bisa dimulai dari divisi tertentu. Karena sistemnya harus interdisipliner, bukan bersifat silo terbatas dari bagian tertentu. Kalau dimulai dari divisi tertentu, akan mentok ketika berbenturan melibatkan divisi lain.

Baca Juga: Tranformasi Digital

Satu payung dual sistem, bisnis unit terpisah dengan budaya perusahaan yang berbeda

Pilihan kedua, adalah membuat unit bisnis terpisah yang merupakan entitas bisnis yang terpisah mulai dari sistem akuntansi, legal hingga budaya perusahaan. Sistemnya bisa jadi perusahaan induk menjadi pemilik sepenuhnya, atau sebagai pemegang saham mayoritas. Sistem kedua mungkin akan lebih cepat trasformasi digital yang dilakukan, karena semua tim baru.

Baca Juga: 4 Dimensi Digital dalam Bisnis

Apakah setuju dengan ini? Bagaimana yang terjadi di perusahaan Anda? Apakah sudah menyadari pentingnya transformasi digital? Mari berbagi di kolom komen ya

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO)Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdi sini