artificial-intelligence

#BookReview: The Future of Leadership Rise of Automation, Robotic and Artificial Intelligence

future-of-leadership

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menyelesaikan buku ini. Buku yang menurut saya paling cemerlang, diantara buku yang ditulis oleh para Futurist lainnya terkait masa depan dunia ketika terjadi revolusi digital.Brigette (penulis buku ini)membahas bagaimana kemudian relevansi manusia di masa depan? Kompetensi apa yang harus dikembangkan untuk anak-anak kita dan generasi penerus?

Baca juga:#BookReview: The Industries of The Future

Lalu apa saja konsekuensi positif dan negatif revolusi digital yang akan makin menggurita? Brigette memberikan analisis yang mendalam, apa saja pekerjaan yang akan segera digantikan oleh mesin.

ILO (International Labour Organization) memprediksi ada 137 juta pekerjaan yang berisiko digantikan oleh robot di Indonesia, Filipina, Thailand, Kamboja dan Vietnam. Ini berarti sekitar 56% dari total tenaga kerja dari semua negara ini. Namun ada beberapa pekerjaan yang tidak akan bisa digantikan oleh mesin, yaitu yang membutuhkan kreativitas, inovasi atau empati.

Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan ini? Dampak terbesar tentunya terasa ke kelas menengah bawah, mereka yang bekerja sebagai pekerja kerah biru di perusahaan manufaktur, pekerja informal dll. Ini menjadi misteri, dengan beberapa alternatif solusi, yang juga masih sangat abu-abu. Ada usulan mengenai pajak robot, untuk setiap pekerja yang digantikan oleh mesin. Ada juga penghasilan minimum yang akan disubsidi oleh negara.

Ini mungkin bisa dilakukan di negara negara maju, bagaimana dengan negara berkembang? Buku ini menjadi sangat menarik karena memberikan gambaran secara luas apa dampak dari revolusi ini, terhadap peradaban manusia, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan juga hubungan antarnegara.

Bagaimana bila perang di masa depan nanti adalah persaingan antar robot? Dan sabotase digital? Lalu bagaimana hubungan antara manusia dan robot? Ketika pertumbuhan robot tak terkendali, dan justru lebih pintar dari manusia yang menciptakannya? Brigette merangkum berbagai data dan pendapat dari berbagai futurist, dan memberikan perspektifnya sendiri.

Dan yang menarik bagi saya adalah Brigette mewakili suara Triple Minority, yaitu suara Perempuan, Kulit Hitam dan Negara Berkembang. Brigette adalah seorang konsultan manajemen dan kepemimpinan berbasis di Trinidad & Tobago. Ini memberikan sudut pandang yang berbeda. Dia menyuarakan agar lebih banyak ahli teknologi perempuan, sehingga konten yang dimasukkan ke Artificial Intteligence (AI) tidak didominasi maskulinitas.

Dia juga mempertanyakan aspek etika dalam perkembangan sains. Sains bisa tumbuh ke arah manapun, dan bisa tak terkendali tanpa adanya regulasi dan etika. Apabila terjadi seperti ini, maka sains dan robotik justru akan menghancurkan peradaban manusia. Buku yang sangat menarik kalau Anda ingin memahami dan mengantisipasi masa depan.

 

Tuhu Nugraha Dewanto

Chief Executive Officer (CEO)Upnormals Pingfans

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdi sini