p2p-lending

Pinjam Meminjam dalam Peer to Peer Lending Platform, Apakah Aman?

Tulisan ini adalahh tulisan dari Guest Blogger Diestra Perdana, untuk yang ingin berkolaborasi menulid di sini, sangat terbuka untuk itu, asal temanya relevan yaitu seputar industri digital.

Munculnya start up digital dalam beberapa tahun terakhir ini mulai menyita perhatian. Kenapa?dengan memanfaatkan teknologi terkini startup-startup tersebut bisa menciptakan perubahan dalam memberikan layanan barang dan jasa yang lebih efisien dan praktis.

Diantara banyaknya startup digital tersebut hingga Quartal ke 2 tahun 2017 lalu masih didominasi oleh startup jenis e-commerce dan financial technology (sumber: id.techinasia.com).

Fintech memiliki berbagai jenis bisnis tetapi saat ini yang paling populer di kalangan masyarakat adalah peer to peer lending (P2PL). Fintech dengan jenis tersebut memberikan kemudahan dengan menghadirkan platform untuk bertemunya pihak yang kelebihan dana (lender) dan pihak yang membutuhkan dana (borrower).

Sederhananya begini, lender memberikan pinjaman kepada borrower dan kemudian dengan kesepakatan diawal borrower akan mengembalikan uang pinjaman tersebut beserta return dalam suatu periode waktu tertentu.

Lalu bagaimana keamanan dari proses pinjam meminjam ini?
Sejak akhir tahun 2016 lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan sigap mulai membuat peraturan baru mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) agar para startup yang bergerak dalam bisnis ini agar mulai mendapatkan pernyataan telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Dengan hal tersebut kita sebagai lender dapat mengurangi rasa was-was kita dari tindak kejahatan seperti penipuan yang sedang marak-maraknya saat ini.

Berikut daftar startup Peer to Peer Lending yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK:

daftar-p2pl

Sumber: Finansialku.com

Selain itu, kini sudah banyak startup yang menggunakan Credit Scoring dalam platform yang digunakan. Credit Scoring merupakan teknologi dengan menggunakan algoritma yang dibuat oleh masing-masing startup untuk mengetahui riwayat dari borrower. Credit Scoring ini bertujuan untuk mengetahui dan menyeleksi orang-orang yang memiliki riwayat dalam hal proses pinjam meminjam hingga menghasilkan rating dari prospek beserta risiko dari lender juga mengurangi potensi gagal bayar oleh borrower dan memberikan rasa aman bagi lender.

Lalu bagaimana dengan return?
Untuk return yang dihasilkan pun beragam. Dari beberapa startup jenis P2PL ini memberikan return sekitar 12-19% dalam jangka waktu yang bervariasi antara 6 12 bulan. Semua tergantung dari kesepakatan perjanjian di awal dalam platform tersebut.

Apakah ada hal lain yang perlu ditambahkan seputar peer to peer lending? atau ada yang sudah memiliki pengalaman menggunakan platform dari startup fintechini? Ditunggu di kolom komentar.

Tagged as: