future-job

4 Langkah Antisipasi Pekerjaan Masa Depan di Era Digital

Setelah polemik tentang disrupsi digital, dan transformasi digital. Isu yang sangat seksi, dan menimbulkan keresahan di masyarakat terkait digital, apakah pekerjaan saya akan hilang di masa depan? Apakah saya masih relevan di masa depan? Bagaimana kalau pekerjaan saya digantikan oleh robot, dan mesin otomasi? Dan digitalisasi bukan hanya akan menyerang pekerjaan-pekerjaan kerah biru, tapi juga pekerjaan kaum intelektual. Isu yang sangat banyak beredar, di Indonesia beberap bank telah melakukan perampingan, dengan pensiun dini atau kontrak tidak diperpanjang. Karena sebagian pekerjaan digantikan mesin, atau pekerja yang dianggap tidak bisa mengikuti perubahan dan beradaptasi dengan era digital.

Keresahan itu memang benar adanya dan nyata, tapi berita baiknya Anda sebenarnya tidak akan kehilangan pekerjaan dan peluang selama bisa beradaptasi dengan perubahan, yang memang tidak terelakkan. Perubahan dan obsesi kemajuan adalah naluri dasar manusia, bedanya sekarang perubahan siklusnya makin pendek, oleh karena itu kita juga diminta untuk lebih responsif. Apa saja langkah yang perlu disiapkan?

Pelajari tentang prediksi masa depan

Anda harus terus belajar bisa dengan membaca, menonton berita, nonton youtube, berdiskusi dengan teman atau apapun untuk kemudian mempelajari sebenarnya perubahan apa yang sedang bergulir. Perubahan berikutnya akan ke arah mana, apa saja dampaknya. Kalau kita tahu apa yang akan terjadi di depan, kita bisa lebih bersiap dan berkemas menghadapi itu. Walaupun belum tentu prediksi itu akan sama persis, dengan kenyataan. Tetapi paling tidak kita bisa lebih fokus, harus mempersiapkan apa saja.

Lihat potensi masa depan di area pekerjaankita

Setelah memahami perubahan apa yang akan terjadi, lalu analisa apakah ini akan berdampak langsung pada pekerjaanyang kita lakukan. Misalnya hadirnya Artificial Intelligence (AI), pekerjaan apa saja yang akan segera diambil alih? Misal AI akan menggantikan dalam waktu dekat peran sekretaris dan customer care dan pekerjaan yang bersifat administratif lainnya.

Apabila Anda bekerja di bidang itu, maka perlu segera menyadari apa langkah selanjutnya untuk mengantisipasi hal ini. Kira-kira berapa lama lagi Anda akan terkena dampaknya, apakah di perusahaan sudah ada desas-desus untuk menggantikan dengan AI misalnya, sebelum terkena rasionalisasi, maka sudah harus diperhitungkan strateginya seperti apa.

Pelajari keahlian baru agar tetap relevan

Apabila kita tahu kompetensi dan keahlian yang dimiliki akan pudar dan tidak relevan, harus segera diantisipasi dengan menambah ilmu dan keahlian baru. Anda bisa mengambil kursus singkat, belajar dari Youtube, membaca dll. Keahlian ini bisa jadi perluasan dari keahlian yang kita miliki, atau keahlian yang berbeda, tapi memang dibutuhkan di masa depan.

Misalnya saat ini Anda bekerja di customer service, yang sebentar lagi akan digantikan. Anda bisa mengasah kompetensi interpersonal skill, sehingga bisa mengubah karir menjadi negosiator, salesman dll. Pekerjaan-pekerjaan yang memang membutuhkan sentuhan manusia, yang akan sulit digantikan oleh mesin. Atau Anda bisa juga memilih jalur yang lain, misalnya mengakuisisi kemampuan baru menjadi operator AI, yang di masa depan akan makin dibutuhkan.

Evaluasi kompetensi dan keahlian setiap 2-3 tahun sekali

Data yang menarik dari World Economic Forum, nilai dari keahlian dan kompetensi kita akan mengalami depresiasi atau penurunan nilai menjadi hanya setengahnya setiap lima tahun. Oleh karena itu, kita harus melakukan evaluasi terhadap kompetensi dan keahlian yang kita miliki setiap 2 atau 3 tahun sekali. Sehingga bisa mempersiapkan keahlian yang akan relevan 5 tahun berikutnya.

Baca Juga:8 Kecerdasan Digital Yang Harus Dimiliki, Apa Saja?

Tuhu Nugraha Dewanto

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdisini

Load More
Something is wrong. Response takes too long or there is JS error. Press Ctrl+Shift+J or Cmd+Shift+J on a Mac.