digitalization

#BookReview: “The Startup Way” Mentransformasi Perusahaan Raksasa Selincah Startup

the-startup-way

Eric Ries adalahpraktisi startup digital, yang kemudian menulis buku The Lean Startup. Buku yang menjadi panduan, dan metodologi yang digunakan startup hampir seluruh founder startup di dunia. Komunitas mengenai lean startup bermunculan di seluruh dunia, membahas dan mengembangkan konsep ini. Setelah itu Eric Ries menjadi konsultan juga untuk berbagai perusahaan besar seperti General Electric (GE) hingga Toyota untuk melakukan transformasi internal, agar tetap relevan dalam kompetisi di ekonomi digital saat ini. Pengalaman beliau menjadi konsultan lean startup, untuk mentrandformasi organisasi konvensional yang dituangkan dalam buku The Startup Way.

Baca Juga:Tahapan Kematangan Transformasi Digital di Indonesia

Buku ini menarik, karena selama ini banyak sekali pertanyaan, bagaimana organisasi yang besar dan sudah terbentuk budaya kerjanya bisa bertransformasi selincah, dan secepat perusahaan startup. Eric Ries memberikan bukan hanya teori, tapi bercerita bagaimana pengalamannya membantu proses transformasi dari perusahaan raksasa, hingga lembaga pemeritahan.

Berikut beberapa poin penting yang saya dapat dari buku ini:

Poin 1, saat ini eranya memenangkan kompetisi dengan terus menerus inovasi, bukan lagi menciptakan barrier to entry

Era sebelumnya pemimpin pasar, memenangkan persaingan dengan menciptakan barrier to entry untuk pemain baru. Misalnya industri yang padat modal, sehingga akan terseleksi mereka yang masuk ke pasar ini. Atau bisa juga efisiensi dan critical mass, di mana bila produksinya cuma sedikit tidak efisien secara biaya produksi, dan tidak bisa memberikan harga yang murah. Atau bisa juga penghalang itu bernama pengetahuan dan penelitian yang sudah dilakukan sejak lama.

Hal ini sudah tidak relevan lagi di era eknonomi digital, karena barrier to entry menjadi sangat tipis, dan rendah. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah inovasi terus menerus sehingga akan meninggalkan pesaing, dan susah untuk terus dikejar. Kata kunci INOVASI berarti akan merembet ke banyak hal berikutnya, yang akan dibahas di poin selanjutnya.

Baca Juga:Bagaimana Organisasi Memulai Transformasi Digital?

Poin 2, menemukan dan menciptakan pola pikir entrepreneur diinternal perusahaan

Inovasi hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya mindset entrepreneur. Ini harus ditemukan dari tim internal perusahaan, Eric Ries yakin di setiap perusahaan pasti ada. Namun selama ini tidak terlihat, atau malah mereka akhirnya mengundurkan diri, dan membuat perusahaan startup. Mereka seringkali dideteksi sebagai orang yang membangkang, dan eksentrik. Akan sangat memalukan apabila mereka keluar dari perusahaan, membuat inovasi dan perusahaan startup atau rintisannya lalu diakuisisi sama perusahaan kita.

Poin 3, transformasi dimulai dari satu tim kecil dan lintas fungsi

Poin ini sangat menarik, sekaligus menjawab pertanyaan ketika tahun lalu saya sempat berkeliling berbagi tentang transformasi digital. Ada sebuah perusahaan B2B, Direktur HR-nya bertanya. “Harus mulai dari mana?” Eric Ries menyebut harus dibentuk tim kecil yang akan menjadi tim ujicoba, mereka ini akan menjadi agen perubahan.

Tim kecil ini terdiri dari mereka yang memang mau berubah, dan lintas fungsi. Karena mereka akan mengerjakan sebuah proyek inovasi baru yang berbeda, diluar bisnis rutin yang dikelola oleh perusahaan.

Tim kecil ini seberapa kecil? Maksimal timnya ketika rapat cukup dengan dua loyang pizza, artinya maksimal 8 orang, dan dari berbagai fungsi agar bisa saling melengkapi dengan keahlian masing-masing.

Poin 4, dukungan dari manajemen puncak adalah keharusan, dan proses evaluasi yang juga berbeda

Tim inovasi baru ini harus mendapat dukungan dari manajemen puncak. Karena bila tidak maka siapa yang akan mau mengerjakan proyek ini. Apabila misalnya mereka akan dievaluasi dengan sistem yang lama. Inovasi baru dan eksperimen belum tentu akan berhasil, apabila dengan metode evaluasi lama yang selalu menghindari risiko dan kegagalan. Maka transformasi tidak akan berjalan.

Prinsip utama dalam lean startup adalah, buat prototipe produk yang dikenal dengan MVP (Most Viable Prototype), lalu diuji ke beberapa konsumen terbatas dan dievaluasi. Setelah itu dilihat apakah ini memberikan solusi, dan layak untuk didanai pengembangan tahap selanjutnya, atau dihentikan.

Oleh karena itu manajemen tidak perlu micro managing, hanya perlu melakukan evaluasi di akhir tahapan. Dan pertanyaannya bukan menanyakan, mengapa gagal? Tapi apa yang dipelajari dari proyek tersebut.

Pendekatan yang berbeda dalam evaluasi ini, walau terlihat sederhana akan mennghasilkan dampak yang berbeda. Tim akan lebih terbuka dengan tantangan yang ada, dan bagaimana kemudian melakukan perbaikan di tahap berikutnya.

Poin 5, pendanaan dengan sistem meteran, bukan langsung dikasih keseluruhan diawal

Proyek inovasi harus menggunakan sistem meteran dalam suplai pendanaan. Mengapa? Agar risiko kerugian tidak besar, dan proyek bisa segera dieksekusi. Ketika dalam tahapan MVP di mana pola pikirnya 80% pembelajaran, dan 20% untung. Maka jumlah yang dikeluarkan tidak perlu besar, karena ini juga masih tahap membuat prototipe. Di sisi lain, manajemen puncak tidak harus sibuk mengurusi prosesnya mendetil, karena ini akan membuat tim frustasi, dan menghabiskan waktu manajemen.

Sistem meteran maksudnya adalah, pendanaan proyek inovasi dibagi dalam beberapa tahap, di mana jumlah dana yang dikucurkan akan semakin besar pada tiap tahapnya. Pendanaan tahap berikutnya akan disetujui, apabila dalam evaluasi setiap tahapan, parameternya menunjukkan hal positif, dan layak untuk mendapatkan pendanaan selanjutnya.

Poin 6, proses di setiap perusahaan berbeda-beda jadi sila diadaptasi mana yang paling efektif

Poin terpenting lainnya dari buku ini. Proses transformasinya tidak harus sama di semua organisasi. Karena tiap organisasi punya cara yang mungkin berbeda dalam melakukan eksekusi transformasi digital, tidak ada yang salah. Karena yang menjadi pegangan utama adalah benang merahnya saja. Dalam proses eksekusi akan seperti apa, disesuikan proses yang paling efektif di setiap organisasi.

Ada yang sudah membaca buku ini? Yuk berbagi apa poin penting versi Anda dari buku ini?

Baca Juga:Cara Bisnis Melakukan Transformasi Digital #GritTalk 8

 

Tuhu Nugraha

Digital Strategy Expert & Trainer

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdisini

Load More
Something is wrong. Response takes too long or there is JS error. Press Ctrl+Shift+J or Cmd+Shift+J on a Mac.