creativity

Robot Sudah di Depan Mata, Tapi 5 Kompetensi Ini Bikin Manusia Tak Tergantikan

Ekonomi digital membuat banyak ketidakpastian, pergeseran model bisnis, dan yang paling mencemaskan banyak orang, pekerjaan-pekerjaan yang akan digantikan oleh robot dan mesin.

Baca Juga:9 Hal Tentang Robotik & Otomatisasi Yang Mencerminkan Industri Masa Depan

Robot bisa bekerja 24 jam, bekerja lebih cepat dan efisien, tidak perlu cuti, ijin, sakit. Robot bisa bekerja secara konsisten, tanpa dipengaruhi emosi, dan perasaan. Lalu pekerjaan apa yang akan dikerjakan manusia? Bagaimana kalau pekerjaan kita diambil alih sama robot?

Baca Juga:7 Fakta Otomasi dan Robotik Sudah Hadir di Indonesia, Sudah Siap?

Saya yakin banyak yang mengalami kegelisahan semacam ini. Kegelisahan itu wajar, tapi yang paling penting bagaimana kita bisa mengantisipasi masa depan. Karena dengan memahami apa yang harus dilakukan agar tetap relevan, membuat Anda bisa bertahan ditengah gejolak perubahan.

Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa kompetensi yang harus dipertajam, agar Anda tidak tersingkir, dan digantikan oleh robot.

Pertama, kemampuan berkolaborasi dan bekerjasama dalam tim dengan berbagai latar belakang budaya dan keahlian.

Kemampuan berkolaborasi dan bekerjasama menjadi semakin penting di era ekonomi digital, mengapa? Karena keunggulan dari sebuah organisasi atau perusahaan bergantung pada kemampuannya untuk terus menerus melakukan inovasi. Inovasi baru akan muncul ketika tim yang terlibat selalu berkolaborasi, berdiskusi dan menemukan solusi inovatif baru untuk pemasalahan yang ada.

Inovasi tidak bisa dilakukan sendirian, dan inovator harus punya kompetensi untuk saling bekerjasama, bukan naluri berkompetisi dan saling menjatuhkan.

Kedua, kreativitas. Kemampuan imajinatif menemukan sesuatu yang baru, penyelesaian masalah dengan pendekatan baru atau menemukan pola-pola tersembunyi yang tidak dilihat orang lain.

Hal-hal yang sifatnya rutin, terpola, dan pekerjaan yang berulang akan dikuasai oleh robot. Oleh karena itu, apa yang tak bisa mereka lakukan? Robot tak bisa berimajinasi, bereksperimen dengan sesuatu yang baru. Kemampuan untuk bisa melihat pola-pola tersembunyi yang tidak dilihat orang lain juga penting. Karena inovasi baru tentunya selain membutuhkan kemampuan bekerjasama dalam tim, juga kemampuan untuk menemukan solusi dengan pendekatan yang baru.

Ketiga, empati. Kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, dancara berpikir orang lain.

Apakah Anda bisa membayangkan sebuah masa di mana, kita dilayani segalanya oleh robot. Anda masuk bandara, semua serba efisien dilayani mesin dan sistem. Alangkah sepinya hidup kita? Dalam kasus lain, mungkin Anda punya banyak teman, tapi semua itu hanya di dunia maya. Pertemanan di grup, di media sosial dll. Lalu Anda ke kafe bahkan ke minimarket, semua dilayani mesin tidak ada lagi manusia.

Manusia sebagai makhluk sosial tentu saja tetap membutuhkan beriteraksi secara nyata dengan orang lain. Ia ingin dimengerti, dipahami, didengarkan cerita, dan keluh kesahnya. Manusia juga tetap merindukan pelukan hangat yang tulus.

Sayangnya kemampuan generasi Y dan Z, bahkan mungkin generasi Alpha terkait dengan kompetensi berempati makin rendah. Mengapa? Karena makin jarang berinteraksi langsung dengan yang lain. Di sisi lain, ini justru kompetensi yang sangat dibutuhkan, dan tidak bisa digantikan oleh robot. Robot memang pekerja yang efisien, tapi mereka tidak punya emosi, dan juga empati.

Keempat, robot tak akan bisa bernegosiasi. Maka jadilah negosiator yang handal.

Negosiasi adalah kemampuan untuk menemukan titik temu yang memuaskan semua pihak yang terlibat. Untuk bisa menjadi negosiator yang handal, pastinya Anda perlu punya kemampuan empati, dan juga kreativitas untuk menemukan solusi-solusi yang mungkin tak terduga. Oleh karena itu butuh imajinasi yang kuat juga, kalau tidak maka negosiasi akan menemui jalan buntu.

Kelima, kemampuan judgement dan pengambilan keputusan kompleks

Anda sering kali harus mengambil keputusan-keputusan yang sulit, di mana hal itu belum pernah terjadi sebelumnya. Atau informasi yang dimiliki untuk pengambilan keputusan sangat sedikit, bisa jadi karena waktu yang terbatas, belum punya pengalaman sebelumnya, referensi yang terbatas dll.

Kemampuan untuk mengambil keputusan di situasi seperti ini, dengan menggunakan analogi kasus lain yang mungkin pernah dialami, dan juga dorongan kreativitas membuat Anda menjadi sangat tidak bisa digantikan oleh robot. Robot hanya akan bisa mengambil keputusan untuk hal-hal yang sudah terpola sebelumnya, atau menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk memberikan prediksi. Tapi keputusan akhir tetap dibutuhkan manusia, karena manusia bisa menggabungkan data yang terbatas ini, dengan analogi-analogi pengalaman mereka sebelumnya, atau pengetahuan yang mereka punya.

Apalagi yang mungkin tak akan bisa dilakukan robot?

 

Tuhu Nugraha

Digital Strategy Expert & Trainer

Dosen Pasca Sarjana London School of Public Relations (LSPR) Jakarta

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Unduh e-book GRATISdisini

Load More
Something is wrong. Response takes too long or there is JS error. Press Ctrl+Shift+J or Cmd+Shift+J on a Mac.