Personal Branding di Ranah Internet

Ketika internet makin booming, dan digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, maka media ini punya pengaruh yang sangat besar pada berbagai sisi kehidupan kita. Anda mungkin tak asing dengan dunia social media, seperti blog, Facebook, Twitter, LinkendIn dll. Tapi apakah sudah memanfaatkannya secara maksimal, selain untuk ngobrol sama teman dan curhat?

Kehadiran internet dan social media punya peran yang sangat besar juga untuk membangun personal branding, yang akan menunjang karir . Apa pun itu pilihan karir yang ingin Anda raih. Apa yang perlu diperhatikan menurut saya adalah memanfaatkannya secara strategis, dan terencana untuk membangun karir Anda. Bagaimana Anda bisa membangun persepsi bahwa Andalah orang yang ahli di bidang tersebut, menjadi rujukan menyangkut bidang tersebut, dan layak dibayar mahal karena kompetensi yang dimiliki.

Di sisi lain, HRD perusahaan hingga Head Hunter saat ini banyak yang memanfaatkan internet dan social media untuk berburu karyawan atau pun untuk melakukan back ground check dan track record kandidat. Jadi sudah saatnya bagi Anda untuk menggarap social media yang dimiliki dengan lebih serius.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan untuk membangun personal branding di ranah digital?

Positioning

Seperti halnya dengan memasarkan sebuah produk, maka Anda harus paham dulu positioning Anda itu seperti apa? Cari tahu passion Anda itu apa? Pekerjaan apa yang akan membuat Anda senang melakukannya bahkan ketika tidak dibayar. Setelah tahu apa passion-nya, lakukan riset singkat di industri tersebut siapa saja orang-orang yang dikenal di bidang itu, lalu tentukan apa yang akan membedakan Anda dibandingkan mereka?

Kalau hanya sekedar meniru, dan tidak ada diferensiasi maka Anda tidak akan dikenal oleh publik. Misalnya, Anda ingin dikenal sebagai pemasar yang handal, tapi begitu banyak orang ahli di bidang pemasaran, mungkin bisa membangun positioning yang lebih spesifik ahli di branding misalnya.

Membangun Jaringan di Komunitas

Ketika sudah tahu passion-nya apa, maka bergabunglah dengan komunitas di internet yang punya ketertarikan yang sama. Komunitas sangat penting untuk menimba ilmu dan pengalaman dari anggota yang lain. Di sini juga bisa mulai berbagi ilmu dan pemikiran, sehingga orang-orang juga tahu bahwa Anda memang punya kompetensi di bidang itu. Dan mereka mungkin menjadi orang yang akan merekomendasikan Anda suatu saat nanti.

Internet memudahkan Anda untuk menjangkau komunitas, bahkan yang sangat spesifik sekali pun. Komunitas-komunitas seprofesi bisa ditemukan di mana pun, misalnya Mailing List, Facebook Groups, LinkedIn Groups, blog atau social media khusus yang sangat spesifik. Misalnya untuk para desainer, untuk dokter dll.

Internet juga membuat jaringan yang dibangun tidak dibatasi secara geogragfis, maka berdiskusilah dengan mereka yang berada di daerah lain atau negara lain sehingga jaringan dan wawasannya jauh lebih luas. Dan meningkatkan nilai Anda sebagai individu.

Strategi Social Media

Social media seperti yang telah didiskusikan di awal punya peran penting bukan hanya untuk menjaring pertemanan, tetapi juga untuk membangun personal branding. Banyak orang yang tidak menggarap ini secara strategis. Apabila ingin menggarap social media secara lebih strategis, maka perlu memisahkan mana channel social media untuk interaksi dengan teman-teman, dan channel yang akan digunakan untuk membangun personal branding.

Social media yang paling krusial untuk personal branding tentu saja LinkedIn karena ini adalah social media yang dikhususkan untuk para profesional. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan LinkedIn, karena mereka yang membutuhkan kompetensi Anda akan mencari melalui LinkedIn, bukan hanya memburu Anda untuk dipekerjakan, bahkan juga bisa untuk mencari partner bisnis, diskusi tentang industri dll.

Di LinkdIn harus menampilkan keahlian dengan jelas. Seringkali saya menemukan profil di LinkedIn tidak update, kalau ini terjadi maka telah melewatkan banyak peluang yang mungkin bisa diperoleh. Social media lainnya yang biasa dimanfaatkan untuk personal branding adalah Twitter. Kalau ingin memanfaatkan Twitter untuk personal branding, maka harus konsisten apa yang di update di Twitter sehingga orang akan mempersepsikan Anda memang punya kompetensi di bidang tersebut. Dan hal penting lainnya, banyak jurnalis yang berseliweran di Twitter, dan memanfaatkannya untuk mencari narasumber berita. Saya beberapa kali dihubungi jurnalis via Twitter yang ingin minta waktu wawancara terkait dengan berita yang ditulis. Ini menajdi medium yang sangat bagus bukan hanya untuk personal branding di online, tetapi juga offline.

Social media yang lain yang sangat potensial untuk membangun personal branding adalah blog. Karena dengan blog bisa berbagi pemikiran dengan lebih panjang, dan komprehensif. Dan dengan menulis, maka Anda akan membangun legitimasi yang lebih luas mengenai kompetensi di bidang tersebut. Namun sayangnya tidak semua orang terbiasa menulis.

Apabila Anda lebih sering membuat slide presentasi, misalnya berprofesi sebagai dosen, trainer dll. Anda bisa memanfaatkan social media berbagi file presentasi seperti slideshare dll.  Atau bila Anda yang berkaitan dengan portofolio gambar, desian dll, mungkin bisa memanfaatkan DevianArt, Flickr dll.

Hal yang paling penting adalah, memutuskan mana social media yang akan dimanfaatkan untuk pribadi, dan mana yang dimanfaatkan untuk membangun personal branding. Jangan dicampur aduk diantara keduanya, karena Anda sedang berhubungan dengan audiens yang berbeda. Ketika memanfaatkan social media untuk personal branding, maka Anda harus mampu membangun persepsi terhadap diri Anda, sebagaimana Anda ingin dikenal dengan kompetensi dan keahlian tertentu.

Strategi di Mesin Pencari

Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah, bagaimana Anda dan keahlian yang dimiliki muncul di halaman pertama di mesin pencari ketika orang-orang butuh informasi atau orang-orang dengan kompetensi tersebut. Oleh karena itu, Anda mesti paham biasanya orang-orang mencari dengan kata kunci apa?

Misalnya Anda ingin dikenal sebagai pemasar handal dibidang branding. Ketika orang mencari di mesin pencari, apakah lebih banyak menggunakan kata kunci pemasaran atau marketing? Bagaimana mengintip kata kunci yang lebih populer ini? Anda bisa mendapatkannya di Google Keyword Tool , untuk mengetahui kata kunci apa yang lebih populer di Google.

Apabila Anda sudah tahu kata kunci apa yang lebih banyak dicari, maka harus diintegrasikan ketika Anda memanfaatkannya untuk profil di Twitter, LinkedIn, konten artikel yang di tulis di blog dll. Mengapa strategi kata kunci itu penting? Tujuan orang berselancar di internet selain social media adalah mencari informasi di mesin pencari. Oleh karena itu pastikan bahwa nama Anda selalu muncul dikategori yang relevan dimana Anda ingin dikenal.

Bagaimana poin mana saja yang sudah dilakukan untuk membangun personal branding? Atau mungkin mau menambahkan poin penting lainnya untuk membangun personal branding? Mari kita berdiskusi.